Jumlah korban tewas akibat kebakaran pub di Bangkok bertambah menjadi 32 orang setelah dua pasien kritis meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit. Perkembangan ini membuat perhatian tertuju pada 15 pasien lain yang masih berada dalam kondisi serius atau kritis.
Otoritas Distrik Chatuchak mencatat total 73 orang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 38 pasien dengan luka ringan telah diizinkan pulang, sementara pasien dengan kondisi berat masih membutuhkan penanganan medis.
| Kategori | Jumlah | Kondisi |
|---|---|---|
| Korban meninggal | 32 orang | Bertambah setelah dua pasien kritis meninggal |
| Korban luka | 73 orang | 15 orang masih serius atau kritis |
| Pasien dipulangkan | 38 orang | Sebelumnya menjalani perawatan karena luka ringan |
Pembaruan jumlah korban disampaikan otoritas setempat pada Rabu. Dalam laporan sebelumnya, jumlah korban meninggal tercatat 30 orang dan jumlah korban luka disebut mencapai 75 orang.
Perubahan angka itu terjadi ketika dua orang yang sebelumnya dirawat dalam kondisi kritis tidak dapat diselamatkan. Data terbaru kini membedakan jumlah seluruh korban luka dengan jumlah pasien yang masih menjalani perawatan serius.
Kebakaran Melanda Pub di Chatuchak
Kebakaran terjadi di Rong Beer Na Lat Phrao, sebuah pub di Distrik Chatuchak, Bangkok, pada Minggu malam, 12 Juli 2026. Api dengan cepat melalap bangunan satu lantai itu hingga hangus.
Petugas pemadam kebakaran mulai melakukan pemadaman dalam waktu tujuh menit setelah kebakaran terjadi. Namun, api yang menyebar di dalam bangunan menjadi salah satu aspek utama yang disorot dalam insiden tersebut.
Lokasi pub berada di kawasan Chatuchak, Bangkok. Bangunan itu sebelumnya telah diubah menjadi restoran yang menyelenggarakan pertunjukan musik langsung.
Dugaan Api Berasal dari Area Panggung
Penyelidikan awal kepolisian yang diumumkan pada Selasa, 14 Juli, mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran. Sumber api diduga berasal dari unit pendingin udara yang dipasang di langit-langit di atas panggung musisi.
Api diduga membesar cepat karena adanya penggunaan material mudah terbakar pada sistem peredam suara. Material tersebut digunakan dalam bangunan saat tempat itu dialihfungsikan menjadi restoran dengan pertunjukan musik.
Temuan mengenai dugaan korsleting dan material peredam suara masih merupakan hasil penyelidikan awal. Kepolisian masih menelusuri penyebab kebakaran yang menewaskan puluhan orang tersebut.
Di tengah penyelidikan yang berlangsung, kondisi 15 pasien kritis tetap menjadi perhatian utama otoritas Distrik Chatuchak. Perkembangan perawatan mereka akan menentukan perubahan berikutnya pada data korban insiden ini.
Source: www.viva.co.id






