Pembangunan charging station untuk BRT Cekungan Bandung resmi dimulai setelah groundbreaking yang digelar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung integrasi transportasi massal berbasis BRT dengan kendaraan listrik.
Proyek tersebut menjadi bagian dari Indonesia Mass Transit atau Mastran BRT Cekungan Bandung yang kini telah masuk tahap pembangunan infrastruktur. Kehadiran charging station dipandang sebagai elemen penting agar operasional bus listrik dapat berjalan lebih tertata dan lebih ramah lingkungan.
Dukungan Hibah Dari Korea Selatan
Pengembangan fasilitas ini mendapat dukungan hibah luar negeri dari Pemerintah Korea Selatan melalui Chungnam Center for Creative Economy & Innovation atau C-CCEI. Skema dukungan itu dipakai untuk membangun sistem pengisian daya yang akan menopang arah pengembangan transportasi publik berkelanjutan di Bandung.
Dalam proyek ini, fokus utamanya adalah infrastruktur pengisian daya yang cerdas serta ramah lingkungan. Langkah tersebut diharapkan memperkuat integrasi antara BRT, kendaraan listrik, dan sistem transportasi yang lebih bersih.
| Fakta Utama | Penjelasan |
|---|---|
| Proyek | Charging Station BRT Cekungan Bandung |
| Skema Dukungan | Hibah luar negeri dari Pemerintah Korea Selatan |
| Lembaga Pelaksana | Chungnam Center for Creative Economy & Innovation (C-CCEI) |
| Fokus Integrasi | BRT, kendaraan listrik, dan infrastruktur pengisian daya yang cerdas serta ramah lingkungan |
Awal Percepatan Transportasi Rendah Emisi
Direktur Angkutan Jalan Muiz Thohir mengatakan kerja sama ini menandai awal percepatan transformasi transportasi nasional menuju sistem yang modern, efisien, dan rendah emisi. Ia menyampaikan hal tersebut saat groundbreaking pada Rabu (15/7/2026).
“Kegiatan ini menjadi tanda dimulainya pembangunan dalam proyek kerja sama tersebut dan merupakan awal percepatan transformasi transportasi nasional kita menuju sistem yang modern, efisien, dan rendah emisi,” ujar Muiz.
Muiz juga menekankan bahwa transformasi transportasi tidak dapat dilakukan secara sendiri. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra internasional menjadi faktor penting agar proyek seperti ini dapat berjalan efektif.
Fondasi Baru Untuk Transportasi Publik Berkelanjutan
CEO C-CCEI Kim Sungkeun menilai groundbreaking ini sebagai penanda dimulainya kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan Republik Korea Selatan dalam pembangunan infrastruktur transportasi publik berkelanjutan. Menurut dia, proyek ini berfokus pada penyediaan charging station untuk bus listrik.
Kim berharap inisiatif tersebut dapat menjadi fondasi pengembangan transportasi publik berkelanjutan di Indonesia. Ia juga melihat kerja sama ini sebagai langkah untuk memperkuat kolaborasi kedua negara di sektor smart city.
Dalam keterangan yang dibagikan Kemenhub, proyek ini diposisikan sebagai bagian dari upaya membangun sistem transportasi yang lebih bersih dan terkoneksi. Kehadiran charging station diharapkan membantu operasional bus listrik sekaligus memperkuat arah pengembangan BRT Cekungan Bandung.
Kerja sama lintas negara ini menunjukkan bahwa pembangunan transportasi publik berkelanjutan tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik. Dukungan pendanaan, teknologi, dan koordinasi antarpihak menjadi bagian penting agar transisi menuju transportasi rendah emisi dapat berjalan lebih cepat.
Source: otomotif.kompas.com






