Woven City dibangun Toyota bukan sebagai kawasan hunian biasa, melainkan sebagai laboratorium hidup yang mempertemukan mobil, energi, data, dan perilaku warga dalam satu sistem yang saling terhubung. Di kota uji yang berlokasi di Susono, Jepang, seluruh elemen itu dipakai untuk melihat bagaimana teknologi mobilitas bekerja di lingkungan perkotaan yang nyata.
Pendekatan ini membuat pengembangan tidak berhenti pada pengujian kendaraan di lintasan tertutup. Toyota justru ingin melihat bagaimana mobil, sistem lalu lintas pintar, dan aktivitas harian manusia saling memengaruhi ketika semuanya berjalan bersamaan dalam satu ruang kota.
Kota uji untuk mobilitas masa depan
Woven City diposisikan sebagai test course for mobility, sehingga berbagai solusi bisa diuji langsung dalam suasana yang menyerupai kota sesungguhnya. Di dalam kawasan ini, kendaraan otonom dan personal mobility menjadi bagian dari percobaan yang lebih besar.
Toyota juga menempatkan warga sebagai elemen penting dalam pengujian. Mereka tidak hanya tinggal di sana, tetapi ikut menjadi bagian dari sistem yang memproduksi data, pengalaman, dan umpan balik untuk pengembangan teknologi.
Inventor dan Weaver bekerja dalam satu ruang
President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Takuya Yokohama, menyebut Woven City sebagai rumah bagi peneliti, pengembang, dan penghuni yang bersama-sama menciptakan solusi mobilitas masa depan. Model kolaborasi ini membuat proses pengembangan tidak hanya bertumpu pada perangkat dan perangkat lunak.
Para penghuni di Woven City dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Inventor dan Weaver. Inventor berperan mengembangkan produk serta layanan baru, sedangkan Weaver terdiri dari penghuni dan pengunjung dari berbagai latar belakang yang memberi sudut pandang baru dan umpan balik langsung.
Skema itu membuat kota berfungsi sebagai ruang uji yang terus bergerak. Toyota bisa melihat bagaimana teknologi bereaksi saat berhadapan dengan kebiasaan manusia yang beragam.
Empat pilar yang saling terkoneksi
Toyota membangun Woven City di atas empat pilar utama, yaitu People, Goods, Information, dan Energy. Keempat unsur ini saling terhubung agar setiap inovasi dapat diuji secara lebih menyeluruh dan realistis.
Model tersebut memperlihatkan bahwa mobilitas modern tidak hanya soal kendaraan. Arus barang, aliran informasi, dan penggunaan energi ikut menentukan apakah sebuah kota bisa berjalan efisien dan aman.
Keterhubungan itu juga membuat aktivitas harian warga menjadi bagian dari proses pengembangan teknologi. Dengan begitu, Toyota dapat mempelajari bagaimana sistem bekerja ketika dipakai langsung dalam kehidupan kota.
Hidrogen, sensor, dan AI jadi tulang punggung
Kebutuhan energi di Woven City dipasok oleh fuel cell berbahan bakar hidrogen, serupa dengan teknologi yang digunakan pada Toyota Mirai. Seluruh ekosistem, mulai dari bangunan, kendaraan, hingga aktivitas warga, terhubung lewat jaringan data dan sensor.
Konektivitas ini memungkinkan Toyota menguji solusi secara real-time di dunia fisik maupun virtual. Pengembang dapat memantau dampak teknologi secara langsung lalu menyesuaikannya dengan kebutuhan di lapangan.
Salah satu teknologi utama di kota ini adalah AI Vision Engine. Sistem tersebut mampu memahami kondisi lingkungan lewat analisis data visual, perilaku, dan situasi sekitar.
Kemampuan itu diperkuat Integrated ANZEN System yang menggabungkan AI Vision Engine dengan Woven City Behavior AI dan Woven City Drive Sync Assist. Kombinasi ini membantu sistem memprediksi perilaku manusia, memahami kondisi lalu lintas, dan memberi bantuan berkendara sesuai kebutuhan pengemudi maupun keadaan jalan.
Skala proyek terus diperluas
Toyota pertama kali memperkenalkan konsep Woven City pada ajang Consumer Electronics Show atau CES 2020. Proyek ini kemudian resmi diluncurkan pada September 2025 dan terus berkembang sebagai pusat uji mobilitas masa depan.
Luas area tahap pertama mencapai sekitar 50.000 meter persegi dan akan berkembang hingga sekitar 708.000 meter persegi. Pada fase awal, kota ini dihuni sekitar 360 orang yang terdiri dari karyawan dan peneliti Toyota, lalu jumlahnya direncanakan bertambah menjadi sekitar 2.000 penghuni.
Dalam ajang Kakezan pada 23-24 April 2026, Woven by Toyota juga mengundang distributor Toyota dari berbagai negara untuk melihat langsung perkembangan kota futuristis tersebut. Kehadiran Woven City dalam berbagai agenda itu menunjukkan posisinya sebagai laboratorium hidup untuk visi mobility for all.
Source: www.oto.com