Kotak Hitam Belum Ditemukan, Pencarian Awak Boeing 737 K2 Airways Masih Buntu

Author: Redaksi Android62

Operasi pencarian lima awak pesawat kargo Boeing 737 milik K2 Airways masih belum membuahkan hasil hingga Jumat (10/7/2026). Kotak hitam yang memuat data penerbangan dan rekaman suara kokpit juga belum ditemukan, sehingga penyebab pasti kecelakaan masih belum bisa ditetapkan.

Pesawat itu jatuh ke Laut Arab dekat Pakistan saat tengah menempuh penerbangan sekitar dua jam dari Uni Emirat Arab menuju Karachi. Menurut Pakistan Airports Authority (PAA), awak sempat melaporkan adanya gangguan pada sistem navigasi sebelum pesawat hilang dari radar.

Bangkai Pesawat Sudah Ditemukan

Meski pencarian awak dan kotak hitam belum tuntas, bangkai pesawat sudah ditemukan pada Rabu (8/7/2026) setelah sekitar 12 jam pencarian. Otoritas bandara Pakistan juga menemukan sejumlah bagian tambahan pesawat yang kini akan dianalisis lebih lanjut, seperti diberitakan www.beritasatu.com mengutip Business Insider.

Data penerbangan dari Flightradar24 memperlihatkan pesawat beberapa kali naik-turun secara tidak beraturan sebelum mengalami penurunan tajam dengan kecepatan sekitar 22.400 kaki per menit. Angka itu jauh di atas penurunan normal saat pesawat berada dalam fase jelajah.

Penyebab Masih Belum Bisa Dipastikan

Mantan pilot Delta Air Lines yang pernah menerbangkan Boeing 737, Mark Stephens, menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan. Ia menyebut kemungkinan yang perlu diperiksa mencakup gangguan sistem kendali penerbangan, kesalahan penataan muatan kargo, kerusakan mesin, hingga kesalahan manusia di udara maupun di darat.

“Semua informasi yang saya baca sejauh ini belum cukup untuk membuat saya mengambil kesimpulan pasti,” kata Stephens.

Analis keselamatan penerbangan Anthony Brickhouse juga menyoroti perubahan ketinggian yang sangat drastis sebelum pesawat hilang dari radar. Menurut dia, semua kemungkinan masih terbuka sampai ada bukti yang menunjukkan sebaliknya.

Brickhouse menjelaskan penyelidik akan memeriksa pola kerusakan pada puing pesawat untuk mencari petunjuk faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan. Ia mengingatkan bahwa investigasi kecelakaan di laut biasanya lebih sulit karena banyak komponen penting tenggelam ke dasar laut.

Ia mencontohkan pencarian Air France Flight 447 yang jatuh di Samudra Atlantik pada 2009, yang memakan waktu lima hari untuk menemukan bangkai pesawat dan hampir dua tahun untuk menemukan kotak hitamnya. Sementara itu, pesawat Malaysia Airlines yang hilang pada 2014 hingga kini belum berhasil ditemukan.

Namun, Brickhouse menilai pencarian pesawat K2 Airways relatif lebih mudah karena area pencarian lebih sempit dan didukung teknologi pelacakan yang lebih canggih.

Bukan Boeing 737 Max

Kecelakaan ini dipastikan tidak melibatkan Boeing 737 Max yang sempat menjadi sorotan dunia akibat dua kecelakaan fatal pada 2018 dan 2019. Pesawat yang jatuh terdaftar dengan nomor registrasi AP-BOI dan mulai beroperasi pada 1999 sebagai pesawat penumpang.

Pada 2011, pesawat tersebut dikonversi menjadi pesawat kargo. Selama 27 tahun masa operasinya, pesawat itu sempat digunakan oleh sejumlah operator dari berbagai negara sebelum akhirnya disewa K2 Airways pada 2024.

Fakta Utama Detail
Operator K2 Airways
Jenis pesawat Boeing 737 kargo
Jumlah awak 5 orang
Rute Uni Emirat Arab ke Karachi, Pakistan
Waktu temuan bangkai Rabu (8/7/2026)
Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru