Di Tengah Ketegangan Ukraina, Kru AS-Rusia Memulai Delapan Bulan di ISS

Author: Redaksi Android62

Amerika Serikat dan Rusia kembali mengirim awak gabungan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional meski hubungan politik kedua negara berada dalam tekanan. Tiga awak Soyuz MS-29 akan menjalani misi selama delapan bulan, menjaga keberlangsungan operasional ISS yang masih melibatkan mitra dari Amerika Serikat, Rusia, dan Eropa.

Wahana Soyuz MS-29 merapat secara otomatis ke ISS sekitar tiga jam setelah diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, pada Rabu, 15 Juli 2026. Penerbangan ini membawa astronaut NASA Anil Menon serta kosmonaut Roscosmos Pyotr Dubrov dan Anna Kikina.

Kru Baru Menambah Personel di Orbit

Setibanya di stasiun orbit, Menon, Dubrov, dan Kikina bergabung dengan sembilan awak yang sudah berada di ISS. Susunan kru tersebut memperlihatkan bahwa operasi laboratorium orbit masih mengandalkan keterlibatan beberapa negara di tengah situasi diplomatik yang rumit.

Awak Afiliasi Status Penerbangan
Anil Menon NASA Penerbangan luar angkasa pertama
Pyotr Dubrov Roscosmos Penerbangan luar angkasa kedua
Anna Kikina Roscosmos Penerbangan luar angkasa kedua

Bagi Anil Menon, misi ini menjadi pengalaman pertamanya terbang ke luar angkasa. Sementara itu, Pyotr Dubrov dan Anna Kikina masing-masing menjalani penerbangan luar angkasa untuk kedua kali.

Awak yang telah lebih dulu berada di ISS mencakup astronaut NASA Jessica Meir, Jack Hathaway, dan Chris Williams. Badan Antariksa Eropa juga diwakili oleh astronaut Sophie Adenot dalam operasi di stasiun tersebut.

Roscosmos telah menempatkan Sergei Kud-Sverchkov, Sergei Mikaev, dan Andrei Fedyaev di ISS sebelum kedatangan Soyuz MS-29. Kehadiran kru dari berbagai lembaga membuat kegiatan di laboratorium orbit tetap berjalan dengan dukungan internasional.

Peluncuran dari Baikonur Sesuai Jadwal

Peluncuran Soyuz MS-29 dilakukan pada pukul 19.47 waktu setempat dari Baikonur. Wahana milik Roscosmos itu kemudian menjalankan perjalanan singkat menuju ISS dan menyelesaikan proses perapatan secara otomatis.

Misi ini menjadi salah satu bentuk pengaturan penerbangan awak secara bergantian menggunakan wahana antariksa milik Amerika Serikat dan Rusia. Pola tersebut memungkinkan personel dari kedua negara tetap mencapai ISS bersama mitra internasional lainnya.

Kerja sama itu bertahan meski Moskow dan Washington menghadapi ketegangan sejak Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 2022. ISS menjadi salah satu ruang kerja yang tetap mempertahankan jalur koordinasi antara kedua negara.

Kunjungan Kepala NASA Menegaskan Jalur Dialog

Administrator NASA Jared Isaacman menyaksikan peluncuran Soyuz MS-29 langsung di Baikonur. Kunjungan itu merupakan kunjungan pertama kepala NASA ke kosmodrom tersebut dalam delapan tahun terakhir.

Menurut Kompas.com, Isaacman bertemu dengan kepala korporasi negara Roscosmos Dmitry Bakanov sebelum peluncuran. Ia juga mengadakan pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Rusia Denis Manturov untuk membahas prospek kerja sama di ISS dan proyek lain.

Dalam pertemuan dengan kru pada Senin sebelum peluncuran, Isaacman menyampaikan terima kasih kepada Roscosmos atas persiapan misi. Ia menilai kerja sama dalam beberapa bulan terakhir mencerminkan profesionalisme dan dedikasi pihak-pihak yang terlibat.

Kerja sama antariksa yang lebih luas tidak seluruhnya berlanjut, termasuk peluang keterlibatan Rusia dalam program penelitian Bulan Artemis milik NASA. Di sisi lain, Roscosmos mulai membangun kerja sama dengan China untuk misi Bulan ketika Rusia semakin bergantung pada China untuk ekspor energi dan impor teknologi penting akibat sanksi Barat.

Berita Terbaru