Kuota Australia Awards 2027 Tak Bertambah, Indonesia Tetap di Barisan Penerima Terbesar

Author: Redaksi Android62

Kuota Australia Awards untuk Indonesia pada 2027 dipastikan tidak bertambah. Namun, Indonesia tetap menempati posisi sebagai salah satu negara dengan jumlah penerima dan alokasi beasiswa terbesar dalam program pendidikan Australia tersebut.

Kepastian keberlanjutan program itu disampaikan Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite. Ia menegaskan Australia Awards tetap berjalan bagi warga Indonesia meski jumlah kuotanya tidak mengalami penambahan.

“Kuota tetap sama, tapi sudah ada banyak orang Indonesia di bawah program itu,” kata Thistlethwaite, seperti dikutip detik.com. Menurutnya, hubungan pendidikan Indonesia dan Australia telah kuat serta akan terus dikembangkan pada masa depan.

Program Pendidikan yang Sudah Berjalan Puluhan Tahun

Australia Awards telah berlangsung selama 73 tahun dan disebut memberi kesempatan pendidikan kepada 200.000 orang Indonesia. Cakupannya meliputi beasiswa studi serta kursus pendek untuk warga Indonesia.

Australia mendorong lebih banyak pendaftar dari Indonesia untuk memanfaatkan program tersebut. Para penerima diharapkan dapat belajar, bekerja, membangun jaringan di Australia, lalu mengambil peran kepemimpinan ketika kembali ke Indonesia.

Nilai program ini juga berada pada jaringan yang terbentuk antara peserta Indonesia dan Australia. Thistlethwaite menilai hubungan antarpelajar dapat memperkuat kerja sama ekonomi serta sosial kedua negara dalam jangka panjang.

Jumlah Pelajar Indonesia di Australia

Saat ini, sekitar 25.000 pelajar Indonesia tengah menempuh pendidikan di Australia. Mereka dipandang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin di pemerintahan maupun dunia usaha.

Keberadaan pelajar tersebut juga dinilai dapat menjembatani kolaborasi dengan berbagai mitra di Australia. Sejumlah tokoh Indonesia yang kini berada di pemerintahan juga pernah mengenyam pendidikan di negara tersebut.

Thistlethwaite menyebut terdapat 16 anggota kabinet Presiden Prabowo yang pernah belajar di Australia. Enam di antaranya merupakan penerima Australia Awards.

Perbandingan Visa untuk Warga Indonesia

Selain membahas beasiswa, pemerintah Australia meluruskan informasi mengenai biaya visa pelajar bagi warga Indonesia dan negara ASEAN. Tarif visa pelajar disebut tidak naik menjadi AUD 2.500 pada 1 Juli 2026.

Penyesuaian yang berlaku hanya terkait Consumer Price Index atau CPI. Biayanya berubah dari AUD 2.000 menjadi AUD 2.050.

Program Ketentuan untuk Warga Indonesia Informasi Penting
Visa pelajar AUD 2.050 Tidak naik menjadi AUD 2.500
Working Holiday Visa Kuota 5.000 per tahun Tarif akan naik

Kuota Working Holiday Visa Tidak Berubah

Kuota Working Holiday Visa bagi warga Indonesia juga tetap berada pada angka 5.000 posisi setiap tahun. Jumlah itu setara dengan kuota yang diberikan kepada warga Tiongkok.

Program tersebut diposisikan sebagai pertukaran budaya, bukan jalur beasiswa. Australia mencatat peningkatan besar jumlah warga Indonesia yang mengikuti program tersebut.

Pemerintah Australia mendukung penerapan sistem undian elektronik untuk memperebutkan kuota Working Holiday Visa. Mekanisme itu dirancang agar setiap pemohon mempunyai kesempatan yang sama.

Sistem baru tersebut juga ditujukan untuk menghapus kebutuhan Surat Dukungan untuk Work and Holiday Visa. Departemen pemerintah Australia sedang mengimplementasikannya, tetapi jadwal penerapannya belum dapat dipastikan.

Standar Kampus Australia di Indonesia

Penguatan pendidikan menjadi bagian dari strategi Australia dalam memperdalam hubungan ekonomi dan hubungan antarmasyarakat dengan Indonesia serta Asia Tenggara. Australia juga menjalankan program Katalis 2.0 dan meninjau Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif.

Untuk menjaga mutu pendidikan tinggi lintas negara, Australia mengandalkan Tertiary Education Quality and Standards Agency atau TEQSA. Lembaga independen itu menetapkan standar untuk program gelar, magister, dan doktoral.

Standar TEQSA diterapkan pula pada universitas Australia yang beroperasi di Indonesia. Kampus tersebut dituntut menyediakan kualitas materi, kursus, dan pengetahuan yang setara dengan pembelajaran di Australia, termasuk pada program dual degree dan joint degree.

Berita Terbaru