Bagi pengguna yang ingin satu kursi untuk bermain sekaligus bekerja, pilihan dari brand lokal kini makin sulit diabaikan. Sejumlah kursi gaming buatan lokal hadir dengan fitur yang lebih lengkap, tampilan yang lebih rapi, dan harga yang masih lebih ramah dibanding banyak kursi mahal di kelas atas.
Perubahan ini terlihat dari cara pasar bergerak. Kursi gaming tidak lagi diposisikan hanya untuk gamer, melainkan juga untuk pekerja kreatif, karyawan, hingga pengguna hybrid yang duduk lama di depan layar dan membutuhkan dudukan yang nyaman serta stabil.
Kenapa kursi gaming makin dicari
Fungsi utama kursi gaming sebenarnya sederhana, yaitu membantu tubuh tetap berada pada posisi duduk yang lebih ideal saat digunakan dalam durasi panjang. Dukungan pada punggung, leher, dan pinggang menjadi alasan utama banyak orang mulai meliriknya daripada kursi biasa.
Beberapa model membawa sandaran punggung tinggi, bantalan lumbar, dan headrest sebagai penopang tambahan. Ada juga fitur reclining hingga 180 derajat, armrest fleksibel, serta material kulit sintetis atau fabric premium yang membuat kursi terasa lebih nyaman untuk pemakaian harian.
Pilihan lokal yang mulai menonjol
Di pasar Indonesia, Rexus Gaming Chair RGC Series menjadi salah satu yang sering dibicarakan. Kursi ini hadir dengan desain sporty, bantalan tebal, serta sandaran yang bisa direbahkan, dengan kisaran harga Rp1.800.000 – Rp2.500.000.
Fantech Gaming Chair GC Series juga masuk sebagai opsi yang lebih terjangkau. Rentang harganya berada di kisaran Rp1.500.000 – Rp2.200.000, dengan daya tarik pada harga yang kompetitif, material yang cukup awet, dan tampilan modern yang mudah dipadukan dengan setup rumah maupun kantor.
Stramm Gaming Chair menawarkan pendekatan yang lebih minimalis. Dengan harga sekitar Rp1.700.000 – Rp2.800.000, kursi ini cocok untuk ruang kerja yang ingin tampak sederhana, tetapi tetap memberi kenyamanan saat dipakai lama.
Opsi dengan karakter yang berbeda
ONEX GX Series hadir bagi pengguna yang mencari tampilan lebih elegan dan fitur yang cukup lengkap. Kursi ini berada di rentang Rp2.000.000 – Rp3.500.000, dengan build yang kokoh, bantalan empuk, dan pilihan warna yang lebih banyak.
Di sisi premium, Secretlab yang tersedia lewat distributor lokal resmi dipasarkan sekitar Rp6.000.000 – Rp9.000.000. Model ini dikenal memiliki ergonomi kelas atas, material premium, dan daya tahan yang lebih panjang dibanding banyak model lain di kelasnya.
Hal yang perlu dipikirkan sebelum membeli
Ergonomi tetap menjadi pertimbangan utama saat memilih kursi gaming. Dukungan lumbar dan headrest penting untuk menjaga tubuh tetap nyaman, terutama bagi pengguna yang duduk berjam-jam setiap hari.
Material juga tidak kalah penting karena berhubungan langsung dengan kenyamanan dan daya tahan. Ukuran kursi pun harus sesuai dengan tinggi dan berat badan agar posisi duduk tidak terasa memaksa.
Fitur tambahan seperti reclining, armrest adjustable, dan swivel memang memberi nilai lebih. Namun, pilihan tetap sebaiknya disesuaikan dengan budget karena kursi yang paling mahal belum tentu paling cocok untuk kebutuhan dan ukuran tubuh tertentu.
Arah pasar lokal yang semakin fungsional
Perkembangan kursi gaming di Indonesia menunjukkan perubahan yang cukup jelas. Banyak brand lokal kini tidak hanya mengejar pasar gamer, tetapi juga content creator dan pekerja hybrid yang membutuhkan kursi fungsional untuk aktivitas panjang.
Desainnya juga cenderung bergerak ke arah yang lebih minimalis agar mudah masuk ke berbagai interior ruangan. Di saat yang sama, pilihan material semakin beragam, mulai dari kulit sintetis premium hingga kain breathable yang terasa lebih nyaman untuk iklim tropis seperti Indonesia.
Di tengah pilihan yang terus bertambah, kursi gaming 2026 dari brand lokal tampil sebagai alternatif yang semakin kuat untuk pengguna yang ingin satu kursi untuk bermain, bekerja, dan tetap nyaman dalam jangka panjang.







