Kursi Roda Bisa Dikendalikan Lewat Tatapan Mata, Apple Perluas Aksesibilitas dengan AI Baru

Author: Redaksi Android62

Apple mengambil langkah yang menonjol lewat pembaruan aksesibilitas yang menyentuh banyak lini perangkat sekaligus, dari iPhone dan iPad sampai Mac, Apple TV, dan Apple Vision Pro. Fokusnya bukan hanya menambah fitur, tetapi membuat interaksi bagi pengguna dengan hambatan penglihatan, pendengaran, mobilitas, dan membaca terasa lebih cerdas dan lebih mudah dipakai.

Yang menarik, pembaruan ini bertumpu pada Apple Intelligence dengan pendekatan privasi yang tetap dijaga sejak awal perancangan. Pemrosesan langsung di perangkat menjadi fondasi utamanya, sehingga kemampuan AI bisa berjalan tanpa mengorbankan pendekatan aman terhadap data pengguna.

Kontrol lewat suara dan tatapan mata makin luas

Di sisi mobilitas, Apple memperbarui Voice Control agar lebih fleksibel melalui navigasi bahasa natural. Pengguna tidak perlu lagi mengingat nama tombol atau label layar secara persis untuk memberi perintah.

Dengan pendekatan ini, instruksi seperti mengetuk folder ungu, membuka panduan restoran, atau menekan tombol di sisi kanan bisa dipahami lebih mudah. Apple juga menilai pola seperti ini berguna saat aplikasi tidak memiliki label aksesibilitas yang jelas.

Pembaruan paling menonjol hadir di Apple Vision Pro lewat kemampuan mengendalikan kursi roda elektrik kompatibel menggunakan pelacakan mata. Pada tahap awal, dukungannya tersedia untuk sistem penggerak Tolt dan LUCI.

Teknologi eye-tracking dipakai agar pengguna bisa mengontrol pergerakan tanpa joystick tradisional. Apple juga menambahkan kontrol berbasis gestur wajah sebagai opsi input aksesibilitas lain di Vision Pro.

Pat Dolan menyebut kemampuan mengendalikan kursi roda elektrik secara mandiri sangat berharga baginya. Apple menambahkan bahwa fitur ini dirancang agar tetap andal di berbagai kondisi pencahayaan tanpa perlu kalibrasi terus-menerus.

VoiceOver dan Magnifier dibuat lebih pintar

Bagi pengguna tunanetra dan low vision, pembaruan pada VoiceOver menjadi salah satu bagian penting. Sistem yang diperbarui bisa memberi deskripsi lebih rinci untuk foto, tagihan dan dokumen hasil pindai, catatan pribadi, hingga kondisi sekitar lewat kamera.

Apple juga membawa interaksi bahasa natural ke VoiceOver. Pengguna dapat bertanya lebih lanjut tentang objek yang terlihat, sehingga proses menjelajah informasi visual tidak berhenti pada satu deskripsi singkat saja.

Magnifier ikut mendapat peningkatan berbasis AI untuk membantu eksplorasi lingkungan sekitar. Fitur ini menghadirkan deskripsi visual yang lebih baik dan navigasi berbasis suara.

Lewat Magnifier, pengguna bisa memberi perintah untuk memperbesar tampilan, menyalakan senter, atau meminta penjelasan tentang lingkungan di sekitar. Apple menempatkan pembaruan ini sebagai cara agar navigasi di dunia nyata dan akses digital terasa lebih cepat.

Subtitle otomatis dan alat baca ikut diperluas

Di sisi pendengaran, Apple menambahkan subtitle otomatis berbasis AI untuk video yang belum memiliki caption. Fitur ini tersedia di iPhone, iPad, Mac, Apple TV, dan Apple Vision Pro.

Subtitle dibuat lewat teknologi pengenalan ucapan yang berjalan di perangkat. Pendekatan ini ditujukan untuk membantu pengguna tuli atau yang mengalami gangguan pendengaran mengakses lebih banyak konten dengan cara yang lebih privat.

Fitur tersebut dapat digunakan pada rekaman pribadi, video keluarga yang dibagikan, hingga klip video online tanpa caption. Pengguna juga bisa menyesuaikan tampilan subtitle melalui pengaturan pemutaran.

Apple turut memperbarui Accessibility Reader dengan alat bantu membaca berbasis AI. Fitur ini diarahkan untuk pengguna dengan disleksia, low vision, dan hambatan membaca lainnya.

Versi terbaru mendukung artikel ilmiah, tata letak multi-kolom, gambar, dan tabel. Apple juga menambahkan ringkasan artikel bawaan serta dukungan terjemahan dengan format asli yang tetap dipertahankan.

Fitur pendukung melengkapi pembaruan aksesibilitas

Di luar fitur utama itu, Apple menyiapkan Vehicle Motion Cues untuk membantu mengurangi mabuk perjalanan. Perusahaan juga menambah teks yang lebih besar di tvOS untuk memudahkan keterbacaan.

Pembaruan lain mencakup perluasan Name Recognition ke lebih dari 50 bahasa, dukungan Sony Access controller untuk gaming, serta akses yang lebih luas untuk aksesori adaptif Hikawa Grip & Stand berbasis MagSafe. Rangkaian ini memperlihatkan bahwa Apple tidak hanya fokus pada satu jenis kebutuhan, tetapi merangkul sejumlah skenario penggunaan yang berbeda.

Tim Cook menilai pendekatan Apple terhadap aksesibilitas berbeda dari yang lain. Menurut dia, Apple Intelligence membawa kemampuan baru yang kuat ke fitur aksesibilitas sambil tetap menjaga komitmen pada privasi sejak tahap perancangan.

Source: sundayguardianlive.com
Berita Terbaru