Onvo L80 diposisikan sebagai SUV lima penumpang yang menempatkan teknologi bantuan berkendara sebagai pembeda utama, tetapi bukan dengan satu paket untuk semua varian. Model ini akan hadir dalam dua pendekatan, yakni versi LiDAR dan versi pure vision, sehingga konsumen bisa memilih sesuai kebutuhan dan tingkat teknologi yang diinginkan.
Pembagian itu membuat L80 mengikuti pola yang sudah lebih dulu dipakai pada L90. Onvo, sebagai sub-merek Nio Inc, tampak sengaja menjaga jarak yang jelas antara trim dasar dan trim yang lebih tinggi, tanpa menghapus opsi teknologi yang lebih canggih dari lini produknya.
Chip internal Nio jadi andalan varian atas
Pada versi LiDAR, Onvo akan memakai chip Shenji NX9031 buatan internal Nio bersama sistem bantuan berkendara Nio World Model atau NWM. Sementara itu, varian pure vision disebut akan menggunakan chip Nvidia Orin X, dengan pendekatan yang dinilai sejalan dengan strategi pada L90 terbaru.
Skema yang mirip juga terlihat di L90. Varian Pro dasar memakai smart driving pure vision berbasis Orin X, sedangkan trim yang lebih tinggi, Max+ dan Ultra+, mengandalkan Shenji NX9031 serta NWM.
Bagi Onvo, pola ini memberi ruang untuk menyeimbangkan harga, fitur, dan kemampuan teknologi dalam satu model. Dengan begitu, perbedaan antartrim tetap terasa jelas, tetapi identitas teknologi utama merek tetap terjaga.
Shenji NX9031 disebut punya spesifikasi besar
Chip Shenji NX9031 menjadi sorotan karena disebut sebagai chip ADAS pertama di industri yang dibuat dengan proses otomotif 5 nanometer. Onvo menyebut chip ini memiliki lebih dari 50 miliar transistor dan bandwidth memori ultra-tinggi 546 GB/s, yang dirancang untuk mendukung inferensi model besar.
Kehadiran chip internal itu membuat Nio punya kendali yang lebih besar atas perangkat keras dan perangkat lunak bantuan berkendara. Di tengah persaingan SUV listrik yang makin ketat, kontrol seperti ini bisa menjadi nilai pembeda yang penting.
Onvo juga menyebut Shenji NX9031 sudah memberikan pengalaman smart driving yang stabil dan mulus kepada lebih dari 200.000 pengguna. Data itu memperlihatkan bahwa chip buatan sendiri tidak hanya menjadi klaim teknis, tetapi juga sudah dipakai dalam pengalaman pengguna pada skala yang cukup besar.
NWM memperkuat lapisan perangkat lunak
Selain chip, Nio mempertegas perannya lewat NWM sebagai lapisan kecerdasan di atas perangkat keras. Sistem ini disebut sebagai model dunia pertama di China yang berorientasi pada smart driving, dengan kemampuan penalaran berurutan jangka panjang dan pengambilan keputusan.
Nio telah merilis software NWM untuk pengguna merek utamanya pada akhir Januari. Setelah itu, jarak tempuh yang menggunakan fitur assisted driving pada Februari menembus 200 juta kilometer, naik 81,5% dibandingkan Januari, menurut data yang dibagikan perusahaan.
Perkembangan itu menunjukkan bahwa strategi Nio dan Onvo tidak berdiri pada satu titik saja. Chip internal menjadi fondasi utama, sementara model dunia seperti NWM memperluas kemampuan sistem agar lebih terintegrasi.
Bukan hanya soal teknologi bantuan berkendara
Di luar aspek digital, L80 juga disiapkan sebagai SUV keluarga besar dengan fungsi angkut yang menonjol. Onvo mengklaim kapasitas penyimpanan totalnya mencapai 2.840 liter, dan menyebut model ini sebagai SUV lima kursi dengan daya angkut terbesar di China.
Kombinasi ruang dan teknologi membuat L80 tidak semata dijual lewat fitur bantuan berkendara. Mobil ini juga ditujukan untuk kebutuhan harian keluarga yang memerlukan kabin dan bagasi besar dalam satu kendaraan.
Onvo menjadwalkan acara peluncuran produk dan teknologi L80 pada 28 April pukul 19.30 waktu Beijing. Momen itu diperkirakan menjadi ajang untuk memperlihatkan lebih jauh bagaimana SUV ini ditempatkan dalam strategi produk Onvo, sekaligus menegaskan bahwa L80 bergerak di jalur yang sama dengan L90, dengan chip Shenji buatan sendiri sebagai senjata utama di varian atas.
