Laba Blue Bird Tembus Rp 157 Miliar, Aplikasi MyBluebird Ikut Melaju Kuat

Author: Redaksi Android62

Blue Bird membuka kuartal I-2026 dengan modal kinerja yang solid. Pendapatan perusahaan mencapai Rp 1,45 triliun, tumbuh 11,6 persen secara tahunan, sementara laba bersih berada di level Rp 157 miliar dan EBITDA Rp 341,8 miliar.

Angka itu menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis Blue Bird masih berjalan seiring dengan kemampuan menjaga profitabilitas. Di tengah pasar transportasi yang kompetitif, emiten ini tetap berhasil mempertahankan performa yang kuat dari layanan inti hingga kanal digitalnya.

Taksi Masih Jadi Penopang Utama

Sumber pertumbuhan terbesar Blue Bird masih datang dari layanan taksi. Lini ini mencatat kenaikan 12 persen secara tahunan dan tetap menjadi mesin utama pendapatan perusahaan.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, menilai capaian tersebut mencerminkan kemampuan perseroan menjaga performa di industri transportasi yang dinamis. Menurut perusahaan, kekuatan layanan masih bertumpu pada kesiapan armada, kualitas layanan, dan pemanfaatan teknologi.

Kombinasi itu dipakai untuk menjaga layanan tetap mudah dijangkau pelanggan dan tetap relevan mengikuti perubahan pasar. Dengan pendekatan tersebut, Blue Bird berupaya mempertahankan posisi layanan yang stabil di tengah persaingan mobilitas yang ketat.

MyBluebird Mendorong Perubahan Perilaku Pelanggan

Selain armada taksi, kanal digital juga memberi dorongan yang besar. Aplikasi MyBluebird mencatat pertumbuhan pengguna 22,4 persen, yang menandakan pelanggan makin akrab dengan pemesanan layanan secara digital.

Pemakaian fitur harga tetap atau fixed price juga naik 29,2 persen secara tahunan. Adrianto menilai tren ini menunjukkan adopsi kanal digital oleh pelanggan terus menguat.

Manajemen Blue Bird menjelaskan bahwa teknologi kini dipakai untuk membaca pola permintaan dengan lebih presisi. Analisis dilakukan berdasarkan area geografis, momentum kegiatan masyarakat, dan durasi jam operasional agar penempatan armada bisa lebih efisien.

Lonjakan Permintaan Saat Lebaran

Kinerja operasional perusahaan juga menguat saat periode mudik dan libur panjang Lebaran 2026. Blue Bird mencatat performa pada periode tersebut melampaui capaian tahun lalu.

Untuk menjaga akses layanan saat mobilitas masyarakat meningkat, perusahaan menambah titik pangkalan hingga 43 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Langkah ini memperlihatkan upaya perusahaan menjaga keterjangkauan layanan di momen permintaan tinggi.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi operasional Blue Bird dalam merespons lonjakan kebutuhan transportasi. Perusahaan tidak hanya mengandalkan armada, tetapi juga memperluas titik layanan agar pelanggan lebih mudah mendapatkan kendaraan.

Arah Ekspansi Tetap Mengarah ke Kendaraan Listrik

Di luar kinerja operasional saat ini, Blue Bird juga menyiapkan pengembangan bisnis yang berkelanjutan. Perseroan berencana memperluas ekspansi kendaraan listrik di kota-kota besar seperti Bandung dan Bali.

Langkah itu melengkapi strategi perusahaan yang tetap bertumpu pada keandalan armada dan perluasan akses pelanggan. Pada saat yang sama, Blue Bird juga memperkuat kesejahteraan pengemudi melalui program apresiasi dan struktur pendapatan yang kompetitif.

Adrianto menyampaikan bahwa fokus sepanjang 2026 adalah menjaga momentum pertumbuhan dengan memperkuat keandalan layanan, memperluas akses pelanggan, dan meningkatkan produktivitas operasional. Dengan struktur bisnis yang makin solid, perusahaan optimistis pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan tetap bisa dijaga.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru