Laba Pegadaian Naik 40 Persen, Jutaan Nasabah Tetap Dipertahankan Lewat Layanan Digital dan Emas

Author: Redaksi Android62

Pegadaian memperkuat posisinya sebagai pemain besar di layanan emas nasional dengan memimpin pasar ekosistem investasi emas dan layanan bullion. Di saat yang sama, perusahaan ini tetap menjaga pangsa pasar gadai nasional di kisaran 80% sambil terus memperluas layanan agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Arah bisnis itu menunjukkan bahwa Pegadaian tidak lagi bertumpu pada layanan gadai semata. Perusahaan kini membangun layanan yang lebih beragam, dari produk investasi emas hingga kanal digital, tanpa meninggalkan basis utamanya sebagai penyedia jasa keuangan yang dekat dengan masyarakat.

Di balik perluasan layanan tersebut, kepercayaan nasabah masih menjadi modal terpenting. Pegadaian saat ini melayani lebih dari 19 juta nasabah yang tersebar di seluruh pelosok negeri, didukung lebih dari 4.000 outlet operasional.

Jangkauan yang luas itu membuat Pegadaian tetap hadir di banyak wilayah. Kondisi ini juga membantu perusahaan menjaga relevansi di tengah kebutuhan finansial masyarakat yang semakin beragam dan terus berubah.

Kepala Departemen Layanan Outlet dan Prioritas PT Pegadaian, Shinta Kusumastuti, menyampaikan apresiasi atas loyalitas jutaan nasabah yang terus mendukung kinerja perusahaan. Ia menilai kepercayaan tersebut ikut mendorong pencapaian Pegadaian pada 2025.

Menurut Shinta, laba bersih Pegadaian tumbuh signifikan 40% hingga menyentuh sekitar Rp 8,3 triliun. Capaian itu memperlihatkan bahwa transformasi yang dijalankan perusahaan bukan hanya memperluas layanan, tetapi juga berdampak pada kinerja bisnis.

Transformasi layanan makin terasa

Perubahan paling menonjol terlihat dari cara Pegadaian mengembangkan layanan yang lebih modern. Perusahaan menjalankan transformasi berbasis Customer Experience agar kualitas layanan meningkat di setiap titik interaksi, baik di outlet fisik maupun melalui kanal digital.

Pegadaian juga merespons kebutuhan masyarakat dengan menghadirkan produk seperti Tabungan Emas dan Cicil Emas. Dari sana, perusahaan melangkah ke bullion services atau Layanan Bank Emas yang telah berizin resmi OJK.

Langkah ini menegaskan arah bisnis yang lebih terstruktur. Pegadaian tidak hanya menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, tetapi juga membangun ekosistem layanan yang lebih relevan bagi nasabah yang ingin mengelola aset dan investasi emas.

Budaya kerja ikut disesuaikan

Transformasi Pegadaian tidak berhenti pada produk dan kanal layanan. Perusahaan juga mendorong seluruh insan Pegadaian untuk menerapkan prinsip “Think Like a Customer” agar kebutuhan nasabah dipahami dari sudut pandang mereka.

Pendekatan itu mengubah cara kerja internal menjadi lebih empatik dan responsif. Dengan begitu, Pegadaian berharap layanan yang diberikan bisa lebih cepat, lebih tepat, dan lebih selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Perusahaan menempatkan ketulusan layanan atau high touch dan inovasi digital atau high tech sebagai dua pilar yang berjalan berdampingan. Kombinasi keduanya menjadi dasar Pegadaian untuk menjaga standar pelayanan sekaligus memperluas jangkauan layanan.

Dengan fondasi itu, Pegadaian menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra keuangan masyarakat. Perusahaan juga menyatakan optimisme dalam mengawal kesejahteraan ekonomi publik dan melanjutkan misi MengEMASkan Indonesia melalui layanan yang adaptif, tepercaya, dan terus berkembang.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru