Lacroix Belum Turun, Janji Pizza untuk Satu Kampung Justru Mencuri Perhatian di Ajat

Kemenangan Prancis atas Senegal di laga perdana Piala Dunia 2026 tidak menjadi satu-satunya cerita yang menyita perhatian bagi warga Ajat. Nama Maxence Lacroix justru ikut menghangat karena janji sederhana yang ia buat untuk kampung halamannya, yaitu mentraktir pizza bagi warga setiap kali Prancis bermain.

Komune kecil berpenduduk sekitar 300 orang itu memang sedang menyiapkan suasana nonton bareng untuk mendukung timnas Prancis. Pemerintah desa bahkan memasang layar lebar di aula agar pertandingan bisa dinikmati bersama oleh warga setempat.

Janji yang lahir dari kedekatan dengan warga desa

Wali kota Ajat, Didier Clerjoux, mengatakan ide tersebut datang dari Lacroix setelah ibunya menyampaikan rencana pemasangan layar besar di desa. Dari kabar itu, sang bek kemudian menawarkan pizza untuk setiap malam pertandingan sebagai bentuk perhatian kepada warga.

Di mata warga Ajat, tawaran itu membuat Piala Dunia terasa jauh lebih dekat. Sekitar 100 orang diperkirakan hadir untuk menyaksikan laga perdana Prancis di aula desa, sebuah jumlah yang cukup besar untuk komunitas sekecil Ajat.

Lacroix belum dimainkan, tetapi tetap ditunggu

Meski banyak warga menantikan debutnya, Lacroix belum mendapat kesempatan tampil pada pertandingan melawan Senegal. Pelatih Didier Deschamps memilih tidak menurunkannya, sementara Prancis tetap menang 3-1 lewat dua gol Kylian Mbappe dan satu gol Bradley Barcola.

Senegal sempat memperkecil ketertinggalan melalui Ibrahim Mbaye pada menit akhir. Namun bagi warga Ajat, sorotan utama tetap tertuju pada sosok Lacroix yang membawa nama kampung kecil mereka ke panggung dunia.

Hubungan pemain dan kampung halaman itu memberi warna tersendiri pada euforia Piala Dunia 2026. Bagi Ajat, janji pizza dari Lacroix bukan sekadar traktiran, melainkan tanda bahwa ikatan dengan desa kecil itu masih tetap terjaga.

Source: www.suara.com

Berita Terkait