Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 menonjol karena mampu melampaui rata-rata Pulau Jawa dan nasional. Badan Pusat Statistik mencatat laju ekonomi provinsi ini mencapai 5,89 persen secara tahunan, sementara Pulau Jawa berada di 5,79 persen dan nasional 5,61 persen.
Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah melihat capaian itu sebagai tanda bahwa mesin ekonomi daerah masih bekerja kuat. Kepala Perwakilan BI Jateng M Noor Nugroho menyampaikan bahwa kombinasi konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi penopang utama kinerja tersebut.
Di sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap memegang porsi terbesar dengan kontribusi 60,01 persen terhadap produk domestik regional bruto. Komponen ini tumbuh 5,08 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 4,44 persen.
Kenaikan konsumsi tersebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di Jawa Tengah. Momentum mudik Lebaran atau Idul Fitri 2026 ikut mendorong aktivitas belanja serta pergerakan warga di berbagai daerah.
Penguatan konsumsi juga terlihat dari survei konsumen Bank Indonesia. Indeks Keyakinan Konsumen Jawa Tengah naik dari 117,56 pada triwulan IV 2025 menjadi 123,82 pada triwulan I 2026.
Investasi dan belanja pemerintah ikut menguat
Selain konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto atau investasi mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi. Pada triwulan I 2026, investasi di Jawa Tengah tumbuh 9,61 persen secara tahunan, naik dari 6,24 persen pada triwulan IV 2025.
BI menilai akselerasi itu didukung pembangunan pabrik di kawasan industri serta berlanjutnya proyek strategis. Kondisi tersebut menjaga momentum penanaman modal di Jawa Tengah tetap solid.
Dukungan lain datang dari konsumsi pemerintah yang juga menguat pada periode yang sama. Pertumbuhannya mencapai 19,36 persen secara tahunan, jauh di atas 9,11 persen pada triwulan IV 2025.
Peningkatan belanja pemerintah terutama dipicu percepatan perbaikan jalan raya di berbagai kabupaten dan kota. Perbaikan infrastruktur pariwisata untuk menyambut mudik Lebaran 2026 turut menambah dorongan bagi aktivitas ekonomi daerah.
Sektor utama masih jadi penopang
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan dan konstruksi menjadi sumber pertumbuhan yang paling penting. Dua sektor itu membantu menjaga laju ekonomi Jawa Tengah tetap kuat di tengah ketidakpastian global.
Kinerja yang tercatat pada awal tahun ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi daerah masih berada pada jalur penguatan. Dengan konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah yang sama-sama bergerak naik, ekonomi Jawa Tengah mampu mempertahankan daya tahannya.
Source: jateng.antaranews.com