Leapmotor D99 langsung menarik perhatian karena membawa tenaga total 549 dk pada varian EV. Di kelas MPV besar, angka itu membuatnya tampil bukan sekadar sebagai mobil keluarga, tetapi juga sebagai penantang serius di segmen premium yang sudah diisi nama seperti Denza D9 dan XPeng X9.
Yang membuat model ini semakin mencolok adalah strategi Leapmotor yang tidak hanya menyiapkan versi listrik murni. D99 juga hadir dalam varian EREV, sehingga konsumen mendapat dua pendekatan berbeda: efisiensi penuh lewat EV dan fleksibilitas lebih lewat rangkaian penggerak yang masih mengandalkan mesin bensin.
Dimensi besar untuk kelas flagship
D99 memang dibangun sebagai MPV full size. Panjangnya mencapai 5.280 mm, lebarnya 1.995 mm, tingginya 1.900 mm, dan wheelbase-nya 3.110 mm.
Proporsi tersebut memberi sinyal bahwa Leapmotor tidak ingin bermain aman di kelas menengah. Kabin lapang dan karakter flagship menjadi daya tarik utama yang biasanya dicari konsumen di segmen keluarga premium.
Leapmotor juga menempatkan D99 sebagai model penting dalam jajaran produknya. Mobil ini disebut sebagai model kedua setelah D19, yang lebih dulu diperkenalkan pada bulan Desember tahun lalu.
Dua pilihan penggerak, dua karakter berbeda
Pada varian EV, D99 mengandalkan dua motor listrik dengan total output 410 kW atau setara 549 dk. Motor depan menyumbang 180 kW, sedangkan motor belakang menghasilkan 230 kW.
Skema ini menunjukkan bahwa D99 tidak hanya mengejar kenyamanan penumpang. Leapmotor juga memberi karakter performa yang kuat untuk sebuah MPV besar.
Sementara itu, varian EREV memakai mesin 1.500 cc turbocharger yang dipadukan dengan dua motor listrik. Mesin tersebut memiliki potensi daya 100 kW, lalu motor depan menghasilkan 100 kW dan motor belakang 200 kW.
Perbedaan ini membuat D99 menyasar dua kebutuhan pengguna yang tidak selalu sama. Versi EV cocok untuk penggunaan elektrifikasi penuh, sedangkan EREV ditujukan bagi mereka yang masih membutuhkan dukungan jarak tempuh lebih fleksibel.
Jarak tempuh jadi senjata utama
Leapmotor mengklaim varian EREV D99 dapat menempuh 500 kilometer dalam sekali isi daya. Untuk varian EV, klaim jarak tempuhnya bahkan mencapai 720 kilometer.
Angka tersebut menjadi salah satu poin paling penting dari D99. Pada MPV besar, jarak tempuh sering menjadi pertimbangan utama karena mobil jenis ini kerap dipakai untuk keluarga dan perjalanan antarkota.
Kedua varian sama-sama menggunakan baterai LFP berkapasitas 80,3 kWh. Kesamaan ini menunjukkan Leapmotor menjaga basis teknologi yang konsisten meski pendekatan penggeraknya berbeda.
Lebih berat dari para rival utama
Bobot D99 ikut memperlihatkan skala mobil ini. Varian EV memiliki bobot 2.925 kilogram, sedangkan varian EREV berbobot 2.865 kilogram.
Sebagai pembanding, angka itu lebih tinggi dari Denza D9 yang berbobot 2.325 kilogram. D99 juga lebih berat dibanding XPeng X9 varian EREV di 2.750 kilogram dan Maxus Mifa 9 varian tertinggi listrik di 2.535 kilogram.
Perbandingan tersebut menegaskan posisi D99 sebagai pemain serius di kelas premium. Leapmotor tampaknya ingin menempatkan MPV ini sebagai penantang yang benar-benar siap mengusik pasar besar.
Desain dan teknologi kabin mulai terungkap
Dari sisi tampilan, D99 membawa konsep dynamic dan streamline. Siluet bodinya dibuat membulat, sementara bagian depan tampil khas lewat tiga lampu di area bonnet.
Dua lampu berfungsi sebagai Daytime Running Light, sedangkan satu titik lainnya menjadi head lamp. Pendekatan ini memberi identitas visual yang berbeda dari MPV konvensional.
Untuk kabin, detail fiturnya belum dibuka sepenuhnya. Namun, sudah terungkap keberadaan prosesor ganda Qualcomm Snapdragon 8797 yang disebut sebagai salah satu perangkat komputasi tercanggih saat ini.
Kehadiran komponen itu memperlihatkan arah pengembangan D99 yang tidak hanya fokus pada ukuran dan tenaga. Leapmotor juga tampak ingin menonjolkan pengalaman kabin modern serta aspek digital yang lebih maju di kelas MPV besar.
