Lebih Dari 10.000 Pegawai Nvidia Kini Pakai Codex, Jensen Huang Dorong Era AI

Author: Redaksi Android62

Lebih dari 10.000 karyawan Nvidia kini memakai Codex bertenaga GPT-5.5 dalam pekerjaan sehari-hari mereka. Alat coding AI dari OpenAI itu tidak hanya dipakai oleh tim engineering, tetapi juga merambah product, legal, marketing, finance, sales, HR, operations, hingga developer programs.

Pemakaian yang meluas ini menunjukkan Codex sudah bergerak dari fase uji coba menuju penggunaan skala besar. Nvidia bahkan menyebut hasil awalnya terasa jelas dan bisa diukur langsung dalam aktivitas kerja internal.

Codex mulai masuk ke banyak divisi

Menurut blog Nvidia, para insinyur perusahaan sudah menggunakan GPT-5.5 lewat aplikasi Codex selama beberapa minggu. Dari sana, pemakaian pun meluas ke berbagai fungsi lain di perusahaan chip tersebut.

Nvidia mencatat bahwa respons internal terhadap alat ini sangat positif. Sejumlah karyawan bahkan menggambarkan pengalaman mereka dengan Codex sebagai sesuatu yang “mind-blowing” dan “life-changing”.

Perusahaan juga menegaskan bahwa manfaatnya bukan sekadar wacana. Dalam keterangan resminya, Nvidia menyebut dampak Codex sudah terlihat dalam alur kerja sehari-hari dan bisa diukur berdasarkan hasil penggunaan internal.

OpenAI memperkuat posisi Codex di tengah persaingan

Langkah OpenAI memperluas akses Codex muncul ketika pasar alat coding AI semakin ramai. Dalam artikel referensi, perhatian besar juga diberikan kepada Anthropic, terutama lewat Claude Code yang dikenal mampu menulis ratusan baris kode secara mandiri.

Persaingan itu disebut ikut mendorong OpenAI untuk memperkuat Codex. Dalam beberapa bulan terakhir, Codex berkembang dari alat bantu menulis kode menjadi ekosistem rekayasa perangkat lunak yang lebih agentic dan memiliki cakupan kerja lebih luas.

OpenAI juga sudah memasukkan GPT-5.5 ke dalam Codex. Integrasi ini menjadi bagian penting dari kolaborasi dengan Nvidia, termasuk untuk pengujian di atas infrastruktur komputasi milik perusahaan chip tersebut.

Efisiensi token jadi sorotan utama

Salah satu nilai jual yang paling disorot adalah efisiensi token. Token merupakan satuan kerja model AI, sehingga tugas yang lebih berat biasanya membutuhkan token lebih banyak.

Isu ini menjadi relevan setelah pengguna Anthropic sempat mengeluhkan batas token Claude yang lebih cepat habis dibanding sebelumnya. Dalam konteks itu, efisiensi token menjadi faktor kompetitif yang penting bagi pelanggan perusahaan.

OpenAI menyebut Codex mampu menyelesaikan tugas serupa dengan penggunaan token yang jauh lebih sedikit. Klaim tersebut diposisikan sebagai keunggulan yang tetap menjaga kemampuan model saat menjalankan pekerjaan yang kompleks.

Didukung sistem GB200 NVL72

Nvidia menjelaskan bahwa Codex dijalankan di atas sistem rack-scale GB200 NVL72. Infrastruktur ini disebut menjadi fondasi penting untuk menjalankan inferensi model frontier dalam skala perusahaan.

Dalam blog resminya, Nvidia menyebut sistem tersebut mampu memberikan biaya 35 kali lebih rendah per juta token. Perusahaan juga mengklaim output token per detik per megawatt bisa 50 kali lebih tinggi dibanding sistem generasi sebelumnya.

Bagi perusahaan besar, efisiensi seperti itu berdampak langsung pada biaya operasional dan kecepatan kerja. Nvidia menilai kondisi ini membuat inferensi model mutakhir semakin layak dipakai luas di level enterprise.

Dampaknya juga disebut terasa pada ritme pengembangan perangkat lunak. Nvidia menulis bahwa proses debugging yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini bisa selesai dalam hitungan jam, sedangkan eksperimen pada codebase kompleks yang dulu butuh berminggu-minggu dapat bergerak hanya dalam semalam.

Dukungan terbuka dari Sam Altman dan Jensen Huang

Sam Altman menyampaikan lewat X bahwa OpenAI mencoba cara baru bersama Nvidia untuk menggulirkan Codex ke seluruh organisasi. Ia mengatakan hasil uji coba itu sangat memuaskan dan memberi dorongan bagi pengembangan berikutnya.

Dukungan tidak berhenti di sisi OpenAI. Jensen Huang disebut mengirim email ke seluruh perusahaan dan meminta karyawan memanfaatkan Codex, yang menunjukkan bahwa adopsi AI dipandang sebagai bagian penting dari arah kerja perusahaan.

Pesan Huang juga menegaskan sikap strategis Nvidia terhadap teknologi ini. Dengan kalimat “Let’s jump to lightspeed. Welcome to the age of AI.”, ia menempatkan Codex sebagai bagian dari perubahan besar dalam cara kerja internal perusahaan.

Kolaborasi ini memperlihatkan hubungan yang semakin erat antara penyedia model AI dan penyedia infrastruktur komputasi. Di tengah tekanan dari pesaing seperti Claude Code milik Anthropic, OpenAI tampak ingin menunjukkan bahwa Codex siap dipakai secara massal dengan hasil yang terukur dan dukungan dari salah satu perusahaan chip paling berpengaruh di dunia.

Source: www.indiatoday.in
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru