Di Lapangan Benteng, ajang MILO Activ Indonesia Race 2026 di Medan menarik lebih dari 7.300 pelari dan menjadikannya lokasi paling ramai dalam rangkaian tahun ini. Lonjakan peserta itu memperlihatkan bahwa minat warga terhadap lari massal di kota ini terus menguat.
Gelaran tersebut menghadirkan dua kategori utama, yakni 5K dan Family Run 2,5K. Keduanya mengumpulkan peserta dalam jumlah besar pada Minggu, 10 Mei 2026, sekaligus menegaskan peran Medan sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga komunitas di Sumatera.
Perkembangan jumlah peserta juga terlihat sangat tajam dari tahun ke tahun. Pada 2024, ajang ini diikuti sekitar 3.000 orang, lalu naik menjadi 4.200 pada 2025, sebelum menembus lebih dari 7.300 peserta pada 2026.
Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestlé Indonesia, Alaa Shaaban, menilai pertumbuhan itu menunjukkan olahraga semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Medan. Ia juga menyebut program MILO Activ Indonesia yang diluncurkan pada 2010 telah mengajak lebih dari 420.000 masyarakat Indonesia mengikuti berbagai kegiatan lari yang positif, menyenangkan, dan penuh kebersamaan.
Penyelenggaraan di Medan juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Medan. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas hadir untuk melepas peserta di garis start bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara M. Mahfullah Pratama Daulay.
Rico mengapresiasi konsistensi Nestlé MILO dalam menghadirkan kegiatan olahraga berskala besar di kota tersebut. Ia menilai ajang ini memberi ruang positif bagi masyarakat sekaligus membantu mempromosikan pariwisata dan sejarah Kota Medan.
Di nomor 5K putra, Arwan Zebua keluar sebagai juara dengan catatan waktu 15 menit 27 detik. Sementara itu, Kesia meraih posisi pertama di 5K putri setelah finis dalam 18 menit 00 detik.
Kesia menyebut kemenangan itu lahir dari persiapan yang lebih matang dibanding tahun sebelumnya. Ia sebelumnya menempati podium empat pada edisi lalu, lalu menambah latihan lari tanjakan dan latihan beban untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Selain persaingan di lintasan, Family Run 2,5K menjadi ruang yang memberi pengalaman berbeda bagi peserta bersama keluarga. Salah satu peserta, Andina Ika Wulandari, mengatakan dirinya sudah beberapa kali mengikuti kegiatan ini bersama anaknya dan selalu menantikannya.
Andina menyoroti keberadaan Kids Corner yang membuat anaknya bisa bertemu dan bermain dengan teman sebaya. Ia juga mengapresiasi medali yang dapat diukir nama dan catatan waktu lari, sehingga terasa lebih personal dan menjadi kenang-kenangan bagi keluarga.
Kehadiran kategori keluarga dan nomor kompetitif membuat event ini menjangkau dua kebutuhan sekaligus. Di satu sisi, kegiatan tersebut menguatkan budaya olahraga di Medan, dan di sisi lain memberi ruang rekreasi yang dekat dengan keluarga.
