Ledakan Galaxy S25 FE Saat Dicas Semalaman, Asap dan Luka Ringan Laporannya Muncul

Author: Redaksi Android62

Kasus Galaxy S25 FE yang dikabarkan meledak saat sedang dicas semalaman kembali menyorot kebiasaan mengisi daya ponsel di atas kasur. Dalam kejadian itu, pengguna disebut mengalami luka bakar ringan, sementara kamar ikut dipenuhi asap dan meninggalkan bau menyengat.

Insiden tersebut juga menarik perhatian karena terjadi saat ponsel diletakkan di area tidur bersama anak pengguna. Situasi ini membuat bahaya panas terjebak di sekitar perangkat kembali jadi sorotan, terutama ketika ponsel dibiarkan mengisi daya selama tidur.

Kronologi kejadian

Seorang pengguna di Kanada mengaku Galaxy S25 FE miliknya meledak ketika diisi daya semalaman. Ponsel itu disebut memakai kabel bawaan yang masih ada di dalam kotak dan charger USB-PD 20W dari pihak ketiga.

Samsung memang tidak menyertakan kepala charger di dalam kemasan, sehingga pengguna memakai adaptor terpisah. Dalam kejadian ini, ponsel juga diletakkan di atas kasur tempat pengguna dan anaknya tidur, meski disebut tidak berada di bawah bantal.

Pengguna mengatakan dirinya terbangun setelah mendengar suara letletupan. Ia menyebut serpihan logam dan plastik terlontar dari ponsel seperti kembang api sebelum petugas pemadam kebakaran datang menangani asap dan perangkat yang rusak.

Kondisi perangkat yang ikut disorot

Ada detail lain yang membuat kasus ini semakin diperhatikan. Pengguna mengakui ponsel disimpan dalam wallet case berbahan kulit yang tebal, dan di dalam case itu juga terdapat beberapa koin.

Kombinasi case tebal dan benda logam seperti koin dapat memerangkap panas di sekitar perangkat. Kondisi seperti ini dinilai dapat ikut berkontribusi terhadap thermal runaway, yaitu saat suhu baterai naik tak terkendali.

Perangkat modern umumnya sudah memiliki banyak lapisan pengaman untuk mencegah panas berlebih berkembang menjadi insiden serius. Namun, keberadaan faktor pemicu eksternal tetap memunculkan pertanyaan mengapa perlindungan internal tidak mampu menghentikan eskalasi suhu sebelum ledakan terjadi.

Dampak yang dialami pengguna

Akibat peristiwa itu, rambut pengguna disebut sempat tersambar panas dan lehernya mengalami luka bakar kecil. Kamar juga mengalami kerusakan akibat asap dan bau menyengat yang masih bertahan setelah kejadian.

Pengguna menyebut perangkat itu dibeli baru dari Virgin sekitar enam bulan lalu. Ia juga masih membayar cicilan bulanan untuk ponsel tersebut.

Respons dan konteks yang lebih luas

Setelah kejadian, pengguna menghubungi dukungan Samsung dan menerima nomor tiket. Hingga laporan ini beredar, ia mengaku belum mendapatkan tindak lanjut dari perusahaan.

Kasus ini disebut menjadi laporan ketiga tahun ini yang melibatkan ponsel seri flagship Samsung Galaxy S. Meski begitu, jumlah laporan seperti ini masih sangat kecil dibanding penjualan lini Galaxy yang mencapai jutaan unit di seluruh dunia.

Dalam dua insiden sebelumnya tahun ini, Samsung disebut sempat mengeluarkan pernyataan pada kasus pertama. Namun pada kasus kedua, tidak ada respons atau pernyataan resmi yang diterbitkan.

Belum ada indikasi bahwa kasus ini menunjukkan masalah yang meluas pada lini Galaxy S25 FE atau seri Galaxy S secara umum. Sampai saat ini, laporan yang muncul masih tergolong insiden terpisah, bukan tren massal.

Pelajaran dari cara mengisi daya

Kasus ini kembali mengingatkan bahwa charger pihak ketiga tidak selalu bermasalah, tetapi pengguna tetap sebaiknya memilih aksesori dari merek bereputasi baik. Produk tanpa identitas jelas layak dihindari, terutama untuk pengisian semalaman.

Case model dompet juga patut diperhatikan karena biasanya lebih tebal dan menutup area permukaan ponsel lebih banyak. Kondisi itu dapat menghambat pelepasan panas dari bodi perangkat saat dipakai atau saat sedang mengisi daya.

Panas yang terjebak tidak selalu berujung pada kebakaran, tetapi suhu yang terus tinggi tetap buruk bagi kesehatan baterai. Dalam kasus ini, keberadaan koin di dalam case menambah perhatian tersendiri karena benda tambahan dapat mengubah sirkulasi panas di sekitar perangkat.

Langkah dasar saat baterai lithium-ion terbakar

Jika baterai lithium-ion terbakar, orang-orang di sekitar harus segera dijauhkan dari lokasi. Asap atau uap yang keluar juga sebaiknya tidak dihirup, dan perangkat yang terbakar tidak boleh disentuh dengan tangan kosong.

Bila memungkinkan, buat jarak aman dan segera hubungi layanan darurat alih-alih mencoba menanganinya sendiri. Penggunaan air untuk memadamkan kebakaran baterai lithium-ion di dalam ruangan juga perlu dihindari karena reaksinya dapat tidak terduga.

Sampai ada keterangan resmi lebih lanjut, kasus Galaxy S25 FE ini masih berdiri sebagai klaim pengguna yang disertai rincian penggunaan, cedera ringan, dan kerusakan di lokasi. Insiden tersebut kembali menyoroti pentingnya cara pengisian daya, pemilihan aksesori, dan kondisi fisik perangkat saat digunakan semalaman.

Source: www.androidauthority.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru