Model paling mahal dalam gelombang ponsel Xiaomi 2026 di Indonesia justru bukan Xiaomi 17 Ultra, melainkan Leica Lights Phone. Perangkat ini dipasarkan terbatas dengan harga Rp29,9 juta dan membawa pendekatan yang lebih menonjolkan pengalaman fotografi.
Cincin kamera fisik atau Leica Camera Ring menjadi pembeda utama yang langsung mengarah ke pengaturan ISO, shutter speed, exposure, hingga zoom. Xiaomi menempatkan fitur itu sebagai sensasi penggunaan yang lebih dekat dengan kamera profesional.
Segmen premium dan fotografi
Leica Lights Phone hadir dengan konfigurasi RAM 16 GB dan penyimpanan 1 TB. Secara spesifikasi, perangkat ini disebut mirip dengan Xiaomi 17 Ultra, tetapi hadir dengan orientasi penggunaan yang lebih eksklusif.
Di bawahnya, Xiaomi 17 Ultra tetap membawa paket kelas atas yang sangat kuat. Ponsel ini memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM hingga 16 GB, dan tiga kamera Leica premium, termasuk kamera telefoto periskop 200 MP untuk pemotretan jarak jauh.
Xiaomi 17 Ultra menempatkan fotografi sebagai nilai jual utama di lini flagship. Kombinasi itu membuatnya menjadi salah satu ponsel paling canggih yang hadir di Indonesia sepanjang 2026.
Flagship utama dan seri T
Xiaomi 17 tampil lebih ringkas dengan layar 6,3 inci, tetapi tetap mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5. Pilihan ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan bodi lebih kompak tanpa turun kelas dalam performa.
Untuk kelas menengah premium, Xiaomi 17T membawa Dimensity 8500 Ultra dan kamera telefoto 50 MP dengan OIS serta zoom optik hingga lima kali hasil kolaborasi dengan Leica. Xiaomi 17T Pro naik lebih jauh dengan Dimensity 9500, baterai 7.000 mAh, fast charging 100 watt, dan wireless charging 50 watt.
Kedua model seri T itu menjembatani kebutuhan performa tinggi dan fotografi, sehingga posisinya berada di antara kelas menengah premium dan flagship.
Redmi Note 15 menjadi tulang punggung harga menengah
Di kelas menengah, keluarga Redmi Note 15 menjadi penopang utama dengan pilihan fitur yang agresif. Redmi Note 15 4G hadir dengan panel AMOLED 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 3.200 nit, kamera utama 108 MP, Helio G100 Ultra, baterai 6.000 mAh, dan pengisian cepat 33 watt.
Harga awalnya mulai Rp2,8 jutaan, sehingga model ini menjadi salah satu opsi paling kompetitif di kelasnya. Bagi pengguna yang membutuhkan jaringan lebih baru, Redmi Note 15 5G menambah Snapdragon 6 Gen 3, kamera 108 MP dengan OIS, kamera ultrawide 8 MP, serta penyimpanan hingga 512 GB.
Naik satu tingkat, Redmi Note 15 Pro 5G membawa kamera utama 200 MP, baterai 6.580 mAh, dan Dimensity 7400 Ultra. Perangkat ini juga mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69, yang menandakan ketahanan terhadap debu dan air bertekanan tinggi.
Varian tertinggi di keluarga ini adalah Redmi Note 15 Pro Plus 5G. Xiaomi membekalinya dengan Snapdragon 7s Gen 4, baterai 6.500 mAh, dan fast charging 100 watt.
Harga paling rendah tetap dijaga sangat terjangkau
Di sisi paling bawah, Redmi A7 Pro menjadi pintu masuk bagi pengguna yang mencari ponsel harian hemat biaya. Perangkat ini memakai layar IPS LCD 6,9 inci dengan refresh rate 120 Hz, baterai 6.000 mAh, chipset Unisoc T7250, dan kamera utama 13 MP.
Kombinasi itu membuat Redmi A7 Pro cocok untuk pelajar, pengguna pemula, hingga orang tua yang membutuhkan perangkat sederhana namun tetap fungsional. Xiaomi juga memperlihatkan bahwa jajaran 2026 mereka tidak hanya mengejar pasar murah, tetapi sekaligus mendorong agresivitas di kelas premium.
Dari Rp1,8 jutaan sampai Rp29,9 juta, susunan produk baru ini memperlebar jarak antar kelas secara sangat jelas. Di pasar Indonesia, Xiaomi menaruh baterai besar, pengisian cepat, dan fotografi Leica sebagai tema utama yang diulang di hampir setiap level harga.







