Lemonade Tunjukkan Sisi Paling Tegas Aespa, Nuansa Retro Mod Menggeser Citra Futuristiknya

Di tengah citra futuristik yang selama ini melekat, Aespa membawa kejutan lewat “Lemonade” dengan arah visual yang jauh lebih retro mod. Pergeseran itu langsung terasa dari gaun shift berwarna-warni, rambut bouffant, dan riasan bulu mata tebal yang memberi warna baru pada penampilan Karina, Giselle, Winter, dan NingNing.

Pilihan itu membuat video musik “Lemonade” menonjol dibanding karakter visual Aespa yang dikenal sejak debut 2020. Alih-alih mempertahankan tampilan ramping dan bernuansa masa depan, grup ini justru tampil lebih tajam dengan gaya yang terinspirasi dari 1950-an.

Tim visual Aespa menjelaskan bahwa busana bernuansa retro tersebut lahir dari suasana lagu utama dan dunia paralel yang dihadirkan di video musik. Dengan pendekatan itu, “Lemonade” tidak hanya hadir sebagai lagu baru, tetapi juga sebagai bagian dari perluasan narasi visual yang selama ini dibangun Aespa.

Karina menyebut Aespa dikenal lewat suara yang tajam dan futuristik. Melalui “Lemonade”, ia mengatakan grup ini ingin membawa karakter itu lebih jauh dengan menghadirkan versi Aespa yang lebih “asam”, lebih kuat, dan lebih memukau.

Di sisi lain, Giselle menekankan bahwa “Lemonade” membawa pesan untuk tidak membiarkan kebisingan dari luar memengaruhi diri sendiri. Ia juga menyoroti pentingnya tetap setia pada diri sendiri dan terus melangkah dengan percaya diri meski keadaan terasa kacau.

Karena itu, lagu ini tampil sebagai anthem yang mudah diingat dengan semangat kemandirian yang kuat. Nuansa tersebut juga masih sejalan dengan sejumlah lagu Aespa sebelumnya seperti “Rich Man” dan “Whiplash”, hanya saja kali ini dibungkus dengan visual retro yang lebih mencolok.

Perubahan konsep ini juga menunjukkan bahwa Aespa tidak sekadar mengganti tampilan untuk satu video musik. Grup ini tetap menjaga identitas utamanya sambil memperluas cara mereka bercerita lewat musik dan visual.

Winter menyampaikan bahwa grupnya sedang menyiapkan sesuatu yang spesial untuk pertama kali disaksikan penggemar di Chicago. Setelah itu, Aespa dijadwalkan tampil di Amerika Serikat sebelum bertolak ke Seoul untuk memulai tur dunia berikutnya bertajuk “Synk: Complexity”.

NingNing juga mengatakan bahwa Aespa tengah menyiapkan banyak penampilan baru dan sisi lain dari grup yang belum pernah ditunjukkan sebelumnya. Sesudah rangkaian itu, Aespa akan kembali ke Amerika Serikat pada musim gugur untuk tampil di berbagai arena di seluruh negeri.

Lewat “Lemonade”, Aespa memperlihatkan bahwa perubahan visual bisa berjalan seiring dengan karakter musik yang tetap kuat. Retro mod menjadi cara baru untuk menegaskan identitas mereka tanpa meninggalkan kesan futuristik yang selama ini sudah menjadi ciri grup itu.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait