Bitcoin dan Ethereum kembali bergerak di bawah tekanan pada pembukaan perdagangan Selasa, 19 Mei 2026, setelah pasar menerima kabar bahwa Presiden Trump membatalkan serangan yang sebelumnya dijadwalkan terhadap Iran. Perubahan nada geopolitik itu membuat pelaku pasar menahan langkah, sementara dua aset kripto terbesar masih mencari area harga yang dianggap cukup kuat untuk dipertahankan.
Respons yang hati-hati itu menunjukkan betapa cepatnya pasar kripto menyesuaikan diri saat sentimen global berubah. Ketika arah kebijakan luar negeri bergeser dalam waktu singkat, investor cenderung menilai ulang risiko sebelum kembali masuk lebih agresif.
Bitcoin kembali menguji area terendah beberapa pekan
Bitcoin dibuka di $76.952,05, turun 0,6% dari pembukaan hari sebelumnya. Level itu menjadi pembukaan terendah sejak 1 Mei, sebelum bergerak di $76.902,50 pada pukul 7:12 a.m.
Dalam hitungan mingguan, posisi pembukaan hari ini juga tercatat 5,8% lebih rendah dibanding satu minggu lalu. Meski begitu, bitcoin masih berada 1,6% di atas posisi sebulan lalu, walau tetap 27,7% lebih rendah dibanding setahun lalu.
TradingView menempatkan dua skenario teknis yang masih diperhatikan pasar. Jika pembeli mampu menjaga level saat ini, harga masih berpeluang mengarah ke $83.000, tetapi jika $74.000 ditembus, tekanan susulan dinilai dapat membawa harga turun lebih dalam dengan dukungan yang terbatas hingga area pertengahan $60.000.
Rekam jejak harganya juga menegaskan besarnya ruang gerak bitcoin. Aset ini pernah menyentuh rekor $128.198,07 pada 6 Oktober 2025 dan titik terendah $0,04865 pada 14 Juli 2010.
Ethereum menanggung tekanan yang lebih berat
Ethereum dibuka di $2.128,55, nyaris datar dibanding pembukaan Senin, tetapi tetap lebih lemah dari sebelumnya. Pada pukul 7:12 a.m. ET, harganya bergerak di $2.115,84 dan menjadi pembukaan terendah sejak 7 April.
Dibanding bitcoin, tekanan pada ethereum terlihat lebih besar dalam beberapa horizon waktu. Pembukaan hari ini 9% lebih rendah dari satu minggu lalu, 9,5% lebih rendah dari sebulan lalu, dan 14,8% di bawah posisi setahun lalu.
Riwayat pergerakannya memperlihatkan bahwa volatilitas ethereum juga sangat tinggi. Aset ini pernah mencapai $4.953,73 pada 24 Agustus 2025, sementara rekor terendahnya berada di $0,4209 pada 21 Oktober 2015.
Pasar menimbang sentimen baru dari Washington
Sinyal dari Trump menambah lapisan ketidakpastian di pasar yang sejak awal sudah sensitif terhadap perubahan arah harga. Dalam unggahannya di Truth Social, Trump mengatakan serangan itu tidak akan dilakukan keesokan harinya, tetapi pasukan tetap diminta bersiap untuk serangan besar jika tidak tercapai kesepakatan yang dapat diterima.
Di tengah kondisi itu, investor kripto tetap berhadapan dengan pola perdagangan yang serba cepat. Sebagian pelaku pasar memilih transaksi jangka pendek, sebagian lain menambah kepemilikan secara bertahap, dan ada pula yang mengunci ETH lewat staking untuk membantu menjalankan jaringan.
Ethereum sendiri memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar aset spekulatif. Dalam pengertian dasarnya, Ethereum adalah blockchain, sedangkan ether atau ETH adalah mata uang kripto yang berjalan di atasnya untuk menjalankan aplikasi dan menyimpan nilai.
Bagi banyak investor, ether masih dinilai jauh lebih volatil dibanding S&P 500. Namun aset ini tetap dianggap penting dalam portofolio digital modern, terutama saat pasar kembali diuji oleh tekanan harga baru dan perubahan sentimen geopolitik yang berlangsung cepat.







