Lidah Kucing Keluar Saat Tidur Belum Tentu Bahaya, Ini Batas Normal dan Tanda Waspada

Author: Redaksi Android62

Jika lidah kucing hanya tampak menjulur saat ia tidur dan saat bangun tetap aktif seperti biasa, kondisi itu umumnya masih tergolong normal. Dalam banyak kasus, hal tersebut justru menandakan tubuhnya sedang benar-benar rileks dan masuk ke tidur yang dalam.

Momen ini sering terjadi ketika otot-otot tubuh kucing mengendur sepenuhnya. Rahang dan area mulut ikut santai, sehingga mulut sedikit terbuka dan lidah terlihat keluar tanpa disadari.

Posisi tidur juga ikut berpengaruh pada tampilan lidah yang menjulur. Saat kontrol otot menurun dalam fase tidur nyenyak, lidah jadi lebih mudah terlihat dari mulut.

Hal serupa kerap muncul setelah kucing selesai grooming. Jika rasa kantuk datang terlalu cepat, kucing bisa tertidur sebelum sempat menarik kembali lidahnya.

Anak kucing bahkan cenderung lebih sering menunjukkan perilaku ini. Mereka bisa tertidur dengan sangat cepat, termasuk ketika masih berada di tengah aktivitas.

Pada banyak kucing, keadaan ini mirip dengan manusia yang tidur dengan mulut terbuka. Sebagian hewan juga bisa mengeluarkan sedikit air liur ketika benar-benar lelap.

Selama kucing tetap terlihat nyaman, bangun dalam kondisi baik, dan tidak menunjukkan gejala lain, pemilik biasanya tidak perlu langsung panik. Pada kucing yang sifatnya santai, perilaku ini bahkan bisa menjadi tanda rasa aman yang tinggi.

Perhatian berbeda diperlukan jika lidah menjulur tidak hanya muncul saat tidur. Bila kondisi itu terlihat saat kucing sadar, penyebab lain perlu dipertimbangkan lebih serius.

Masalah gigi dan mulut termasuk hal yang patut dicurigai. Bau mulut, air liur berlebih, atau mulut yang tampak kotor dapat berkaitan dengan radang gusi, infeksi, atau kerusakan gigi.

Gangguan pernapasan dan masalah jantung juga tidak boleh diabaikan. Kucing yang bernapas cepat, terengah-engah, atau membuka mulut sambil menjulurkan lidah memerlukan perhatian lebih besar.

Cedera atau trauma juga bisa memunculkan gejala serupa. Jika kucing terlihat lemas, tidak mau makan, atau ada darah di sekitar mulut, pemeriksaan dokter hewan perlu segera dilakukan.

Cuaca panas juga dapat membuat kucing menjulurkan lidah. Ini bisa menjadi cara tubuh menurunkan suhu, tetapi bila disertai napas terengah-engah, lemas, atau muntah, risiko heatstroke perlu diwaspadai.

Keracunan termasuk kondisi yang lebih jarang, tetapi berbahaya. Gejalanya dapat mencakup lidah menjulur, air liur berlebihan, muntah, hingga kejang, sehingga penanganan cepat sangat penting.

Pemilik perlu segera membawa kucing periksa jika perilaku ini muncul saat ia sedang sadar atau disertai tanda tidak biasa lain. Kombinasi gejala seperti lemas, kesulitan makan, muntah, atau napas yang tidak normal bisa mengarah pada masalah kesehatan yang lebih serius.

Jika lidah hanya menjulur ketika tidur dan kucing tampak sehat saat bangun, kondisi itu umumnya tidak berbahaya. Namun, perubahan perilaku yang jelas tetap menjadi alasan kuat untuk berkonsultasi dengan dokter hewan.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru