Dari Internet Hingga Robot Cerdas, Lima Gagasan Era 60-An Ini Ternyata Sudah Lebih Dulu Hadir

Author: Redaksi Android62

Jauh sebelum perangkat digital menjadi bagian dari rutinitas harian, sejumlah gagasan besar sudah diuji pada 1960-an. Dekade itu menjadi panggung bagi teknologi yang kala itu tampak mahal, rumit, dan terlalu dini, tetapi kemudian membentuk arah perkembangan masa depan.

Di antara yang paling menentukan adalah lahirnya ARPANET pada 1969. Jaringan riset yang dibuat oleh U.S. Department of Defense itu dirancang agar peneliti bisa bertukar informasi secara aman melalui komputer yang berada di lokasi berbeda.

Dasar Internet Sudah Disiapkan Lewat Jaringan Riset

ARPANET mengandalkan packet switching, yakni metode yang memungkinkan data melewati jaringan lalu disusun ulang tanpa bergantung pada satu titik pusat. Dari pengembangan itu kemudian lahir TCP/IP, protokol yang masih dipakai untuk menghubungkan perangkat lintas jaringan hingga kini.

Fondasi itu membuat internet modern tidak muncul tiba-tiba. Sebaliknya, ia tumbuh dari kebutuhan riset yang sangat spesifik sebelum akhirnya berkembang menjadi infrastruktur global.

Video Call Pernah Dipamerkan, Tetapi Pasarnya Belum Siap

Teknologi tatap muka saat menelepon juga sudah dicoba sejak April 1964. Bell Labs milik AT&T memperkenalkan Picturephone di World’s Fair New York, lengkap dengan delapan bilik demo dan satu instalasi tambahan di Disneyland, Anaheim.

Minat pengunjung memang besar, tetapi hasil komersialnya mengecewakan. Layanan yang dibuka pada Juni 1964 di New York City, Chicago, dan Washington, D.C. hanya mencatat 71 panggilan dalam enam bulan pertama.

Harga ikut menjadi penghalang. Menyewa dua ruang untuk percakapan pada Juni 1964 membutuhkan biaya $16–$27 untuk tiga menit pertama, atau setara $171.88–$290.05 setelah penyesuaian inflasi.

Di Pittsburgh, layanan komersial yang dibuka pada 1970 juga tidak berhasil menarik pasar. Paketnya dipasang di level $160 per bulan ditambah $0.25 per menit tambahan, namun minat pengguna tetap rendah.

LED Awal Masih Mahal dan Redup

LED versi praktis untuk penggunaan komersial sudah ada pada 1961, lalu Texas Instruments merilis produk LED pertama pada tahun berikutnya. Meski begitu, biayanya masih jauh lebih mahal dibanding bohlam pijar.

Teknologi itu juga belum efisien dan cahayanya masih redup. Butuh waktu panjang sebelum LED biru berhasil dikembangkan, padahal komponen itu menjadi kunci untuk menghasilkan lampu putih terang dan layar warna penuh seperti pada smartphone.

Perkembangan LED biru begitu penting hingga para ilmuwan yang berhasil menciptakannya meraih Hadiah Nobel Fisika. Hingga sekarang, riset LED terus berjalan dan masih melahirkan terobosan baru.

Komputer Wearable Pertama Dibuat untuk Roulette

Sebelum jam tangan pintar dipakai untuk kebugaran dan produktivitas, wearable computer pertama justru lahir dari dunia perjudian. Pada 1961, dua matematikawan MIT, Edward Thorp dan Claude Shannon, mengembangkan komputer kecil untuk memprediksi hasil roulette.

Perangkat itu seukuran bungkus rokok dan disembunyikan pada tubuh pengamat. Pengguna memasukkan data melalui sakelar di dalam sepatu, lalu hasil perhitungan dikirim ke penerima di telinga lewat nada audio.

Thorp dan Shannon menguji alat itu di Las Vegas dan hasilnya cukup akurat, meski kabel ke speaker sering putus. Mereka tidak meneruskan proyek tersebut karena khawatir tertangkap, lalu Thorp kemudian mengembangkan perangkat lain untuk penjudi sebelum Nevada melarang alat semacam itu pada 1985.

Shakey Menandai Langkah Awal Robot Cerdas

Jejak awal robot cerdas juga bisa ditarik ke era yang sama melalui Shakey the Robot. Proyek SRI International yang berjalan dari 1966 sampai 1972 ini dianggap sebagai robot mobile pertama yang mampu mengenali lingkungan sekitarnya dan menalar berdasarkan informasi itu.

Menurut SRI, Shakey dapat menjalankan tugas yang memerlukan perencanaan, pencarian rute, dan pemindahan objek sederhana. Kemampuannya tampak dasar jika dibandingkan dengan standar sekarang, tetapi pada masanya itu merupakan lompatan besar.

Dampaknya meluas ke ilmu komputer. Pengembangan Shakey ikut mendorong lahirnya A* search algorithm untuk mencari jalur terpendek dan Hough transform untuk mendeteksi bentuk geometris dalam citra digital.

Gagasan yang Terlihat Mahal, Lalu Menjadi Kebiasaan

Jika dilihat dari jarak waktu, banyak teknologi yang kini terasa biasa ternyata sempat hadir dalam bentuk kasar dan mahal. Internet, video call, LED, wearable computer, dan robot cerdas sama-sama memulai perjalanan dari fase yang belum siap pasar.

Karena itu, 1960-an layak dipandang sebagai dekade yang banyak menabur benih. Sejumlah ide dari masa itu tidak langsung meledak, tetapi kemudian membentuk cara manusia berkomunikasi, menerangi ruangan, menghitung peluang, dan membangun mesin yang lebih cerdas.

Berita Terbaru