Lima Penyakit Akibat Tikus Yang Sering Tak Disadari, Dari Leptospirosis Hingga LCMV

Author: Redaksi Android62

Tikus bukan sekadar mengganggu kebersihan rumah. Hewan pengerat ini dapat membawa sejumlah penyakit yang masuk ke tubuh manusia lewat urine, kotoran, air liur, gigitan, maupun makanan yang terkontaminasi.

Risiko itu menjadi lebih besar ketika tikus berada dekat dapur, saluran air, atau area yang lembab. Karena itu, memahami jenis penyakit yang bisa ditularkan tikus penting agar sumber paparan dan gejalanya tidak terlambat dikenali.

Bahaya yang sering berawal dari lingkungan lembab

Salah satu infeksi yang paling erat dikaitkan dengan tikus adalah leptospirosis. Penularannya biasanya terjadi saat seseorang bersentuhan dengan urine tikus atau air yang sudah terkontaminasi bakteri leptospira.

Bakteri ini dapat bertahan di lingkungan lembab dan genangan air. Itulah sebabnya risikonya cenderung meningkat saat musim hujan atau banjir, terutama di area rumah yang mudah tergenang.

Gejalanya dapat berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, serta kulit dan mata yang menguning. Dalam kondisi tertentu, leptospirosis juga dapat berkembang menjadi gangguan ginjal atau hati.

Makanan terbuka juga bisa jadi jalur penularan

Selain dari air dan genangan, tikus juga dapat menularkan salmonelosis melalui makanan. Penyakit ini terjadi ketika makanan atau permukaan yang sudah terkontaminasi salmonela ikut tersentuh manusia, terutama jika makanan dibiarkan terbuka di area yang sering dilewati tikus.

Keluhan yang muncul umumnya berupa diare, muntah, demam, dan keram perut. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas harian selama beberapa hari dan sering luput karena kontaminasi tidak selalu terlihat.

Karena jalurnya berkaitan langsung dengan makanan, kebersihan dapur dan penyimpanan makanan menjadi langkah pencegahan yang penting. Rumah yang tampak bersih pun tetap bisa berisiko jika ada makanan terbuka di tempat yang mudah dijangkau tikus.

Penyakit yang dibawa lewat gigitan serangga dan luka langsung

Pes, atau plague, juga termasuk penyakit yang perlu diwaspadai saat ada tikus di sekitar rumah. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis dan umumnya menular melalui gigitan kutu yang sebelumnya mengisap darah tikus atau hewan pengerat yang terinfeksi.

Bentuk yang paling dikenal adalah bubonic plague. Gejalanya meliputi pembengkakan kelenjar getah bening, demam tinggi, dan tanda-tanda seperti flu yang berkembang cepat.

Centers for Disease Control and Prevention atau CDC menyebut rata-rata masih ada sekitar tujuh kasus pes setiap tahun di Amerika Serikat. Angka itu menunjukkan penyakit ini tetap ada meski jarang menjadi pembicaraan sehari-hari.

Selain itu, ada rat-bite fever atau demam akibat gigitan tikus yang muncul akibat bakteri dari air liur tikus. Penularannya biasanya terjadi setelah seseorang tergigit atau tercakar tikus yang terinfeksi.

Gejalanya meliputi demam, muntah, nyeri otot, dan ruam pada tubuh. Jika tidak ditangani, infeksi ini dapat menimbulkan komplikasi yang memengaruhi jantung, otak, dan paru-paru.

Infeksi virus yang sering terlihat seperti flu

LCMV atau lymphocytic choriomeningitis virus adalah infeksi virus lain yang dapat menular melalui urine, kotoran, dan air liur tikus. Banyak kasus awal tidak disadari karena gejalanya sering ringan dan menyerupai flu.

Keluhan yang muncul bisa berupa demam, sakit kepala, dan tubuh lemas. Namun, dalam beberapa kasus, infeksi ini dapat berkembang menjadi meningitis atau peradangan otak yang serius.

Ibu hamil juga perlu lebih waspada karena infeksi ini dapat berdampak pada janin. Karena itu, keberadaan tikus di lingkungan rumah tidak boleh dianggap sepele, terutama jika ada anggota keluarga yang rentan.

Pencegahan tetap menjadi langkah paling penting untuk menekan risiko penyakit dari tikus. Menjaga kebersihan rumah, menutup makanan rapat, membersihkan area dapur secara rutin, dan segera menangani luka akibat gigitan atau cakaran dapat membantu mengurangi peluang penularan berbagai infeksi tersebut.

Source: www.beritasatu.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru