Polda Jawa Tengah mengerahkan tim Traffic Accident Analysis atau TAA untuk menelusuri penyebab pasti kecelakaan KA di Grobogan yang menewaskan lima orang. Untuk memperkuat olah tempat kejadian perkara, tim ini juga membawa 3D Scanner agar kondisi lokasi bisa direkam lebih presisi dan dianalisis secara ilmiah.
Pendekatan itu dipilih karena insiden melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan sebuah mobil di perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Dengan pemetaan tiga dimensi, penyidik diharapkan mendapat gambaran yang lebih utuh tentang posisi kendaraan, titik benturan, dan situasi di lokasi kejadian.
Kecelakaan terjadi di Desa Sidorejo, Kabupaten Grobogan, saat sebuah Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP yang ditumpangi sembilan orang tertabrak kereta pada 1 Mei 2026 dini hari. Dari jumlah penumpang itu, lima orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk dua anak-anak dan seorang balita.
Lokasi tabrakan juga menjadi perhatian karena terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. KA Argo Bromo Anggrek diketahui melaju dari arah barat ke timur saat menghantam mobil tersebut.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Pratama Adhyasastra, menegaskan bahwa teknologi canggih dibutuhkan agar penyelidikan bisa berjalan cepat, transparan, dan sesuai prosedur. Menurut dia, pemindaian tiga dimensi membantu merekam detail lapangan secara lebih akurat untuk mendukung analisis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Olah TKP sendiri telah dilakukan pada Sabtu, 2 Mei 2026, sebagai langkah awal pengumpulan bukti. Rekaman dari tim TAA akan menjadi dasar penting untuk mengurai rangkaian peristiwa yang berujung pada kecelakaan maut itu.
Polda Jawa Tengah menegaskan penyelidikan tidak hanya berfokus pada faktor teknis tabrakan. Unsur lain yang mungkin ikut berkontribusi juga akan dicermati agar hasil pemeriksaan benar-benar utuh dan terukur.
Dengan dukungan data dari 3D Scanner, tim penyidik diharapkan bisa menyusun gambaran kejadian yang lebih jelas. Hasil kerja itu juga diharapkan membantu memastikan peristiwa serupa tidak kembali terjadi di lokasi yang sama.
Source: www.merdeka.com