Samsung Dipersoalkan Soal Garansi SSD, Harga Pengganti yang Melonjak Jadi Sorotan

Samsung kini menghadapi gugatan dari Louis Rossmann setelah sengketa garansi SSD 990 Pro 4TB miliknya berujung pada perbedaan tajam antara hasil diagnosis, hasil servis, dan nilai penggantian yang ditawarkan. Kasus ini menyorot bagaimana klausul garansi bekerja ketika harga pasar komponen sedang tidak normal.

Rossmann, yang dikenal sebagai YouTuber right-to-repair, menyebut SSD tersebut rusak saat masih berada dalam masa garansi lima tahun. Drive itu juga disebut dipakai secara konservatif, termasuk dalam konfigurasi RAID 1 dan dengan pendinginan yang memadai.

Dalam catatan pemakaian, SSD itu masih berada jauh di bawah batas ketahanan 2.400 TBW atau terabytes written. Angka tersebut menjadi acuan umur pakai drive dan menunjukkan bahwa unit belum mendekati batas tulis yang dijanjikan.

Hasil diagnosis yang saling bertolak belakang

Awalnya, dukungan B2B Samsung menyebut drive tersebut mengalami “fatal controller or firmware-level lockup” dan perlu diganti. Namun setelah dikirim ke pusat servis Samsung, unit itu justru kembali dengan stempel “verified good”.

Rossmann kemudian menghubungkan SSD itu ke perangkat pemulihan data profesional. Ia melihat kecepatan tulis turun tajam ke 40-60 MB/s sebelum drive berhenti merespons sama sekali.

Perbedaan hasil itu menjadi inti dari sengketa yang ia bawa ke jalur hukum. Bagi Rossmann, status “verified good” tidak sejalan dengan perilaku drive di lapangan setelah kembali dari servis.

Refund yang ditawarkan, harga pengganti yang jauh berbeda

Ketika Rossmann mempersoalkan hasil servis tersebut, Samsung menyebut tidak bisa menyediakan pengganti karena kekurangan memori. Perusahaan lalu menawarkan pengembalian dana sebesar $330, sesuai harga beli awal di Best Buy.

Masalahnya, model yang sama, Samsung 990 Pro 4TB, tercantum dijual seharga $950 di toko resmi Samsung di Amazon. Selisih ini membuat sengketa tersebut terlihat seperti benturan antara nilai refund dan biaya penggantian aktual di pasar.

Di titik inilah keputusan Samsung dipertanyakan. Menurut Rossmann, perusahaan tampak lebih memilih menutup kasus dengan refund kecil daripada mengganti unit dengan biaya yang jauh lebih tinggi.

Klausul garansi ikut diuji

Sengketa ini juga menyorot bunyi syarat garansi Samsung sendiri yang menyebut pengembalian dana didasarkan pada “then current market value”, bukan harga pembelian awal. Dalam kondisi normal, ketentuan itu biasanya melindungi produsen saat nilai produk turun karena depresiasi.

Namun ketika harga pasar melonjak, klausul yang sama justru bisa membuat nilai pengganti jauh lebih tinggi dari refund yang ditawarkan. Karena itu, kasus Rossmann dipandang sebagai ujian atas sejauh mana bahasa garansi masih dapat ditegakkan saat pasokan komponen terganggu.

Rossmann memberi Samsung tenggat 60 hari sebelum mengajukan gugatan di Travis County, Texas. Langkah ini menempatkan perkara tersebut sebagai contoh nyata tarik-ulur antara diagnosis servis, stok barang, dan harga pasar.

Bagi konsumen, kasus ini menunjukkan bahwa klaim garansi tidak selalu selesai hanya dengan pemeriksaan teknis. Bagi produsen, sengketa ini berpotensi mendorong peninjauan ulang atas redaksi garansi agar batas tanggung jawab mereka lebih jelas saat kondisi pasar berubah drastis.

Berita Terkait