Perdebatan soal lossless audio kembali mengerucut ke satu hal yang sangat praktis: perangkat yang dipakai menentukan apakah perbedaannya bisa terdengar atau tidak. Di tengah komentar yang pro dan kontra, banyak pembaca justru sepakat bahwa format audio bukan satu-satunya penentu hasil akhir.
Pandangan itu muncul setelah Oliver Schusser, vice president Apple Music, menyampaikan bahwa “most people” disebut tidak bisa mendengar perbedaan lossless audio saat tampil di podcast Billboard’s On The Record. Ucapan tersebut memicu respons luas dari pecinta musik, situs, forum, dan media sosial.
Perangkat Jadi Titik Penentu
Banyak pembaca menolak gagasan bahwa lossless tidak terdengar sama sekali. Mereka menilai perbedaan justru terasa jelas saat musik diputar lewat sistem hi-fi yang memadai, bukan lewat perangkat harian yang lebih sederhana.
Salah satu komentar menyebut bahwa pengguna produk Apple untuk audio memang tidak akan mudah membedakan kualitas itu, tetapi sistem audio yang benar memberi hasil berbeda. Pandangan serupa juga datang dari pembaca lain yang menilai banyak orang belum pernah mendengar audio berkualitas baik secara langsung.
Menurut komentar tersebut, pengalaman mendengar lossless tidak hanya soal treble atau bass yang lebih jelas. Ada pula unsur ruang, timbre, penempatan suara, dan instrumen yang membuat musik terasa lebih hidup ketika diputar pada peralatan yang tepat.
Bukan Semua Pendengar Akan Merasakan Hal yang Sama
Di sisi lain, sejumlah komentar tidak berangkat dari penolakan total terhadap Apple, melainkan dari pengakuan bahwa perangkat memang sangat menentukan. Mereka menilai kebanyakan orang mendengarkan musik melalui perangkat yang tidak cukup mumpuni untuk menampilkan perbedaan lossless dengan jelas.
Ada pula pandangan bahwa musik sering diputar hanya sebagai latar belakang. Dalam kondisi seperti itu, dorongan untuk mengejar format audio resolusi tinggi dianggap tidak terlalu kuat jika perangkat pemutarnya tidak mendukung.
Komentar lain datang dari pengguna yang menyebut perbedaan hampir tak terasa saat musik didengarkan lewat headphone di jalan, Bluetooth, atau sebagian besar speaker. Namun, ia menilai hi-res lossless tetap terdengar saat diputar melalui setup hi-fi rumahan kelas menengah yang dimiliki sendiri.
Rekaman Tetap Membatasi Hasil Akhir
Selain perangkat pemutar, kualitas rekaman juga ikut menentukan hasil yang terdengar. Jika materi lagu memang buruk sejak awal, teknologi audio hanya dapat bekerja sampai batas tertentu.
Karena itu, pembahasan tentang lossless tidak berhenti pada benar atau salahnya pernyataan Apple. Banyak komentar justru mengarah pada kesimpulan yang lebih sederhana: manfaat lossless ada, tetapi besar kecilnya sangat bergantung pada kondisi penggunaan.
Sebagian kecil pembaca bahkan sejalan dengan Apple. Ada yang menyebut pernyataan itu bukan sesuatu yang kontroversial, sementara yang lain menilai audiophile terlalu memusingkan hal yang dianggap sepele.
Meski begitu, nada yang paling dominan tetap sama. Banyak orang memang tidak akan menangkap perbedaan lossless jika perangkat yang dipakai tidak cukup baik, tetapi pada sistem audio yang tepat, perbedaannya masih bisa terasa jelas bagi pendengar yang antusias dan berpengalaman.
