LPKR Ganti Pucuk Pimpinan, Indra Yuwana Ditunjuk Memimpin Saat Laba 2025 Naik

Author: Redaksi Android62

PT Lippo Karawaci Tbk mengokohkan susunan kepemimpinannya lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026 yang digelar di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Jumat (8/5). Dalam forum itu, pemegang saham menyetujui perubahan besar pada jajaran direksi dan komisaris yang langsung berlaku setelah rapat ditutup.

Perubahan paling menonjol adalah pengunduran diri Marlo Budiman dari posisi Presiden Direktur. Kursi tersebut kini resmi diisi Indra Yuwana, sementara Agus Arismunandar ditetapkan sebagai Wakil Presiden Direktur.

Dengan formasi baru ini, LPKR menempatkan struktur manajemen yang lebih segar untuk mendukung arah bisnis perusahaan. Perseroan menilai susunan kepemimpinan yang diperbarui dapat memperkuat kolaborasi internal sekaligus menjaga fokus pada kinerja operasional.

Di jajaran direksi, Indra Yuwana memimpin sebagai Presiden Direktur bersama Agus Arismunandar sebagai Wakil Presiden Direktur. Posisi direktur lainnya diisi Marshal Martinus Tissadharma, Surya Tatang, Dominique Dion Leswara, David Iman Santosa, dan Fendi Santoso.

Perubahan juga terjadi di Dewan Komisaris. Pemegang saham menyetujui penunjukan Bambang Soesatyo dan Theo L Sambuaga sebagai Komisaris Independen.

Ginandjar Kartasasmita tetap memegang peran sebagai Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen. Susunan komisaris lainnya terdiri atas Anand Kumar, Kin Chan, George Raymond Zage III, dan Ketut Budi Wijaya.

Selain merombak struktur pengurus, RUPST itu juga mengesahkan Laporan Tahunan dan laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Di tengah tekanan makroekonomi dan melemahnya permintaan konsumen sepanjang 2025, LPKR tetap membukukan pendapatan Rp9,03 triliun dan EBITDA Rp1,37 triliun.

Perseroan juga mencatat laba bersih atau net profit after tax sebesar Rp470 miliar. Sementara itu, underlying net profit after tax tumbuh 57% menjadi Rp630 miliar, yang menunjukkan penguatan profitabilitas dan eksekusi operasional yang lebih baik.

LPKR menutup tahun buku 2025 dengan posisi kas Rp1,96 triliun. Manajemen menyebut pencapaian itu ditopang oleh fokus pada bisnis inti real estate dan lifestyle, efisiensi operasional, serta pengelolaan keuangan yang lebih prudent melalui pengendalian biaya dan pengurangan utang.

Perusahaan berharap kepemimpinan baru dapat membantu menangkap peluang pertumbuhan di sektor properti. Di saat yang sama, LPKR ingin menjaga konsistensi dalam memperbaiki profitabilitas dan disiplin keuangan melalui struktur yang baru disahkan pemegang saham.

Source: mediaindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru