Luca Marini menilai perangkat pengatur ketinggian motor tidak layak menunggu pelarangan sampai 2027. Menurut pebalap Repsol Honda itu, risiko yang dibawa alat tersebut sudah terlalu besar setelah kecelakaan brutal di MotoGP Catalunya kembali mengguncang paddock.
Desakan itu muncul saat suasana di paddock masih tegang usai rangkaian insiden yang berakhir buruk bagi Johann Zarco dan Alex Marquez. Keduanya harus langsung dibawa ke ruang operasi, dan peristiwa itu membuat pembicaraan soal keselamatan kembali menjadi sorotan utama.
Pengalaman Marini ikut memperkuat penilaiannya
Marini tidak berbicara dari jarak jauh soal bahaya height adjustment device. Ia mengaku pernah mengalami sendiri situasi nyaris celaka ketika perangkat itu macet dan tetap aktif saat balapan diulang.
Masalah itu disebut terjadi pada restart ketiga. Dalam momen tersebut, Marini merasa hampir tidak bisa menghentikan motornya karena perangkat masih bekerja.
Ia lalu harus melewati dua tikungan pertama dalam kondisi yang sangat berbahaya. Menurutnya, situasi itu memaksanya mencari cara agar alat tersebut terlepas sebelum masalahnya menjadi lebih serius.
Marini mengatakan ia sampai menegakkan motor lalu sengaja menjatuhkannya ke bawah agar perangkat itu lepas. Pengalaman itu membuatnya melihat bahwa gangguan teknis kecil dapat berubah menjadi ancaman besar dalam hitungan detik.
Sorotan utama: larangan dipercepat
Regulasi MotoGP sebenarnya sudah mengarah pada pelarangan perangkat itu. Namun Marini menilai menunggu sampai 2027 adalah langkah yang keliru karena bahayanya sudah terasa sekarang.
Ia meminta persoalan tersebut diselesaikan secepat mungkin sebelum ada korban lagi. Menurutnya, semakin lama alat itu dipakai, semakin besar pula peluang insiden serupa kembali terjadi.
Kekhawatiran Marini terutama tertuju pada sirkuit dengan trek lurus panjang dan titik pengereman keras. Dalam pandangannya, kombinasi seperti itu menciptakan risiko tambahan yang sulit diabaikan.
Mugello ikut masuk dalam perhitungannya
Marini secara khusus menyinggung Mugello sebagai lintasan yang patut diwaspadai. Ia menilai karakter lintasan itu mirip dengan Catalunya, terutama saat pembalap menurunkan perangkat di trek lurus lalu menghadapi pengereman berat.
Bagi Marini, skenario seperti itu bisa memicu kecelakaan lain. Karena itu, ia menegaskan bahwa perbaikan tidak bisa terus ditunda.
Ia tidak menyebut height adjustment device sebagai satu-satunya penyebab kecelakaan di MotoGP. Namun ia menilai perangkat itu menambah tingkat bahaya yang sudah ada dalam balap motor.
Paddock kembali tertekan setelah insiden Catalunya
Kecelakaan di Catalunya membuat suasana paddock berubah semakin emosional. Balapan bahkan sempat diputuskan untuk dimulai lagi hanya 10 menit setelah insiden tersebut.
Keputusan itu menunjukkan tekanan besar yang dihadapi para pembalap, baik secara fisik maupun mental, setelah melihat kecelakaan berat terjadi di depan mata. Dalam situasi seperti itu, isu keselamatan langsung naik ke permukaan.
Marini sendiri mengaku sangat menyesal atas apa yang menimpa Zarco. Setelah ketegangan mereda, ia merasa terpukul oleh kejadian itu dan membandingkannya dengan memori kelam dari Suzuka, Jepang.
Meski begitu, ia juga merasa lega karena operasi di Catalunya bisa segera dilakukan. Baginya, kondisi itu berbeda dari tragedi di Suzuka, meski rasa cemas tetap tidak hilang begitu saja.
Pada akhirnya, kecelakaan brutal di Catalunya membuat height adjustment device kembali menjadi salah satu perangkat yang paling keras dipersoalkan di paddock MotoGP. Desakan Marini kini menambah tekanan agar pelarangan alat itu dipercepat sebelum ada insiden lain yang lebih buruk.
Source: oto.detik.com






