Toluca memastikan tempat di Piala Interkontinental FIFA 2026 dan Piala Dunia Klub FIFA 2029 setelah menjuarai Piala Champions Concacaf 2026. Kepastian itu datang usai mereka menang adu penalti 6-5 atas UANL Tigres di Mexico City.
Gelar tersebut punya arti besar karena Toluca menutup penantian panjang selama 23 tahun untuk kembali menjadi juara di level kawasan. Trofi ini juga mempertegas posisi mereka sebagai salah satu kekuatan antarklub yang kembali ke puncak di Concacaf.
Final berjalan ketat sejak awal dan tidak ada gol yang tercipta hingga waktu normal berakhir. Kedua tim tampil disiplin, saling menutup ruang, dan sama-sama berhati-hati saat memasuki fase penentuan.
Toluca sempat terlihat akan membawa pulang gelar pada penghujung babak pertama perpanjangan waktu. Jorge Díaz Price, yang masuk pada menit ke-88, mencetak gol dan memberi harapan besar bagi Setan Merah.
Namun Tigres tidak membiarkan laga selesai begitu saja. Joaquim Pereira, bek asal Brasil, menyamakan kedudukan lewat sundulan pada menit ke-113 dan membuat pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.
Di babak tos-tosan, Luis Garcia menjadi sosok paling menentukan bagi Toluca. Kiper mereka menggagalkan eksekusi Fernando Gorriarán dan José Juan Purata, dua penyelamatan yang mengubah arah final.
Setelah para penendang Toluca menuntaskan tugasnya, kemenangan pun resmi menjadi milik tim asal Meksiko itu. Momen itu menutup malam penuh tekanan di Mexico City dengan selebrasi besar dari kubu Toluca.
Pencapaian ini menjadi trofi Concacaf ketiga dalam sejarah klub. Lebih jauh lagi, gelar tersebut adalah yang pertama sejak 2003, sehingga Toluca akhirnya mengakhiri puasa juara internasional yang berlangsung lebih dari dua dekade.
Keberhasilan Toluca juga melanjutkan tren kuat klub-klub Meksiko di kompetisi antarklub kawasan. Dengan hasil ini, wakil Liga MX mencatat empat gelar Concacaf secara beruntun.
Dari sisi perjalanan menuju final, Toluca datang dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka sebelumnya menyingkirkan Los Angeles FC di semifinal lewat kemenangan dramatis meski sempat tertinggal, yang menunjukkan ketahanan mental tim dalam laga besar.
Di sisi lain, Tigres kembali tertahan dalam upaya menambah koleksi gelar regional mereka. Final ini membuat mereka masih harus menunggu untuk meraih gelar Concacaf kedua dalam sejarah klub, setelah terakhir kali juara pada 2020.
Laga ini juga membawa kabar buruk bagi Tigres melalui cedera Marcelo Flores. Penyerang berusia 22 tahun itu mengalami cedera lutut kanan pada menit ke-77 dan meninggalkan lapangan dalam keadaan emosional.
Flores terlihat menangis saat ditarik keluar, padahal sebelumnya ia sudah dipanggil ke timnas Kanada untuk Piala Dunia 2026. Hingga pertandingan berakhir, klub belum mengumumkan tingkat keparahan cedera yang dialaminya.
Source: www.beritasatu.com