Seorang petani berinisial Y, 60 tahun, ditemukan tewas dengan luka bakar sekitar 90 persen di area lahan tebu Blok Tarub, Desa Wedarijaksa, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Korban diduga terjebak api saat lahan tebu dibersihkan dengan cara dibakar.
Peristiwa itu membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi pada Sabtu sore. Di tengah pemeriksaan awal, kondisi korban disebut sangat parah karena tubuhnya mengalami luka bakar hampir di sekujur bagian.
Api diduga membesar saat pembersihan lahan
Kejadian bermula ketika pembersihan lahan tebu dilakukan di area ladang milik M. Proses itu melibatkan pembakaran sisa tebangan, namun api diduga berubah besar saat pekerjaan berlangsung.
Seorang rekan kerja korban berinisial S mengatakan pembersihan dilakukan di titik yang berbeda. Setelah pembakaran selesai, S mencari korban di area sisa pembakaran dan menemukan tubuhnya dalam posisi telungkup.
Tubuh korban saat itu sudah mengalami luka bakar berat. S kemudian melapor kepada pemilik lahan, lalu informasi diteruskan ke polisi.
Pemeriksaan awal di lokasi kejadian
Kepala Polsek Wedarijaksa AKP Suntoro mengatakan korban ditemukan dalam posisi tengkurap. Tim medis dari Puskesmas Wedarijaksa I langsung datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara.
Hasil pemeriksaan luar menunjukkan luka bakar mencapai 90 persen. Dari pemeriksaan tersebut, tim medis juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau unsur tindak pidana.
Karena itu, dugaan awal mengarah pada kecelakaan saat pembakaran lahan berlangsung. Meski demikian, kepolisian tetap menelusuri rangkaian kejadian untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Penyelidikan masih berjalan
Suntoro menyebut pihaknya menduga korban meninggal karena terjebak di tengah kobaran api yang membesar saat daun tebu dibakar. Dugaan itu masih diperiksa melalui keterangan saksi dan barang bukti di lapangan.
Penyidik juga masih melakukan olah TKP untuk memetakan posisi korban, sebaran api, dan kondisi lokasi ketika kejadian. Langkah itu dilakukan agar kepolisian bisa menentukan apakah perkara ini masih perlu diproses lebih lanjut atau dihentikan.
Kasus ini kembali menyorot risiko besar dalam pembakaran lahan pertanian. Api dapat cepat menjalar dan sulit dikendalikan, terutama ketika pekerja berada terlalu dekat dengan titik bakar.
Keluarga menerima sebagai musibah
Dalam penanganan perkara, keluarga korban disebut telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Keluarga juga menolak autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan yang diketahui pemerintah desa setempat.
Penolakan autopsi menjadi salah satu pertimbangan dalam proses lanjutan pemeriksaan jenazah. Meski begitu, kepolisian masih mendalami seluruh rangkaian kejadian di lahan tebu Wedarijaksa untuk memperjelas duduk perkara.
Peristiwa di Blok Tarub itu menjadi pengingat bahwa pembakaran lahan tanpa pengawasan ketat menyimpan bahaya besar. Dalam situasi seperti itu, api bisa membesar dalam waktu singkat dan meninggalkan risiko fatal bagi pekerja di lokasi.
Source: mediaindonesia.com