Memasukkan makanan yang masih sangat panas ke kulkas dapat memicu kenaikan suhu mendadak di ruang penyimpanan. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi masakan yang baru dibuat, tetapi juga berisiko mengganggu kualitas bahan pangan lain di dalamnya.
Kulkas harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan suhu dingin setelah menerima panas dari makanan atau minuman. Beban kompresor meningkat karena perangkat perlu menggunakan energi lebih besar demi menjaga suhu penyimpanan tetap stabil.
Batas Waktu Makanan di Suhu Ruang
Makanan matang tidak boleh dibiarkan terlalu lama di luar kulkas hanya karena menunggu dingin. USDA menyarankan makanan disimpan dalam waktu maksimal dua jam setelah dimasak.
Batas tersebut menjadi lebih singkat apabila suhu ruang melebihi 32 derajat Celsius atau 90 derajat Fahrenheit. Dalam kondisi panas seperti itu, makanan sebaiknya masuk ke penyimpanan dingin tidak lebih dari satu jam.
| Kondisi makanan | Suhu acuan | Penanganan |
|---|---|---|
| Makanan panas | 60°C atau lebih tinggi | Jaga tetap panas memakai wadah atau nampan penghangat. |
| Makanan dingin | 4°C atau lebih rendah | Simpan dalam wadah yang diletakkan di atas es balok atau sejenisnya. |
| Makanan sisa | Sekitar 4°C atau lebih rendah | Gunakan wadah dangkal agar cepat dingin dan simpan dalam dua jam. |
Wadah Dangkal Mempercepat Pendinginan
Solusi untuk makanan sisa adalah membagi makanan ke dalam wadah dangkal sebelum disimpan. USDA menganjurkan cara ini karena panas lebih cepat keluar sehingga makanan tidak terlalu lama berada pada suhu ruang.
Makanan yang akan disimpan sebaiknya telah mendekati suhu ruang atau berada dalam kondisi hangat suam-suam kuku. Suhu ruang umumnya berkisar 20 hingga 23 derajat Celsius, meski suhu dapur profesional dapat lebih tinggi.
Dr. Anju Sood menyebut makanan yang masih hangat suam-suam kuku dapat disimpan di kulkas. Namun, makanan tetap tidak boleh menunggu terlalu lama karena bakteri dapat berkembang hingga mencapai tingkat berbahaya.
Risiko bagi Isi Kulkas
Lonjakan suhu akibat makanan panas dapat membuat bahan yang sudah tersimpan lebih mudah rusak. Stabilitas suhu penting agar makanan dingin tetap berada dalam kondisi yang aman untuk disimpan.
Ahli gizi Meher Rajput mengatakan makanan yang masih sangat panas sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke kulkas. “Memasukkan makanan ke dalam kulkas saat masih sangat panas dapat membuat bakteri Salmonella dengan mudah mencemari makanan,” ujar Rajput, dikutip NDTV.
Panas dari masakan juga dapat menghasilkan uap air dan kondensasi di dalam kulkas. Lingkungan yang hangat serta lembap dapat mendukung penyebaran mikroba pada area penyimpanan.
Pengaturan Suhu dan Pemanasan Ulang
Suhu kulkas untuk makanan matang maupun makanan dingin sebaiknya dijaga sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah. Pengaturan ini membantu mempertahankan kondisi makanan setelah proses pendinginan dilakukan dengan benar.
Saat makanan sisa akan dikonsumsi kembali, USDA menyarankan pemanasan hingga sekitar 74 derajat Celsius atau sampai makanan panas dan mengepulkan uap. Untuk microwave, makanan perlu ditutup dan diputar posisinya agar panas menyebar lebih merata.
Menunggu makanan hingga tidak lagi sangat panas, kemudian menggunakan wadah dangkal, dapat membantu menjaga suhu kulkas lebih stabil. Langkah tersebut juga mengurangi risiko gangguan pada makanan lain yang telah lebih dahulu disimpan.







