Makanan yang Sering Diabaikan Ini Ternyata Bisa Memicu Migrain

Sejumlah makanan dan minuman ternyata dapat memicu migrain pada sebagian orang, meski reaksinya tidak selalu sama. Kondisi ini membuat pemilik migrain perlu lebih cermat mengenali pola konsumsi yang paling sering berkaitan dengan kambuhnya nyeri kepala.

Yang paling sering disebut sebagai pemicu adalah cokelat, keju yang sudah lama didiamkan, daging olahan, dan makanan dengan MSG. Keju seperti cheddar, mozzarella, parmesan, dan Swiss disebut mengandung amino tiramin, sedangkan cokelat mengandung beta-feniletilamin yang dapat merangsang sistem saraf pusat dan otak.

Daftar makanan yang perlu diwaspadai

JenisContohCatatan
CokelatMengandung beta-feniletilamin
Keju lamaCheddar, mozzarella, parmesan, SwissBerkaitan dengan amino tiramin
Daging olahanSalami, daging asap, sosis, baconKerap mengandung nitrat
Makanan dengan MSGMi instan, makanan cepat saji, makanan ringan, makanan bekuSering dilaporkan sebagai pemicu

Daging olahan juga masuk dalam daftar yang perlu diperhatikan. Salami, daging asap, sosis, dan bacon kerap mengandung nitrat yang digunakan sebagai pengawet.

Makanan dengan MSG termasuk kelompok yang sering dilaporkan memicu migrain. Jenisnya mencakup mi instan, makanan cepat saji, makanan ringan, dan makanan beku.

Minuman dan bahan lain yang tidak selalu aman untuk semua orang

Kafein berada di posisi yang unik karena pada sebagian orang bisa memicu migrain, tetapi pada sebagian lainnya justru membantu meredakan serangan. Fluktuasi kadar kafein dapat memengaruhi pelebaran pembuluh darah dan memicu sakit kepala.

Makanan fermentasi juga patut dicermati karena tidak selalu cocok untuk semua orang. Yogurt dan acar termasuk contoh yang disebut dapat memicu migrain pada sebagian orang.

Buah-buahan tertentu turut dilaporkan berkaitan dengan serangan migrain. Kiwi, jeruk, pisang, dan raspberry masuk dalam kelompok yang disebut bisa memicu kondisi tersebut.

Kenapa pemicu perlu dikenali sejak awal

Reaksi terhadap makanan tertentu berbeda pada tiap orang, sehingga tidak semua penderita migrain akan mengalami efek yang sama. Karena itu, pola konsumsi tetap penting diamati agar sumber pemicu lebih mudah dikenali.

Pemahaman terhadap pemicu dapat membantu seseorang menyusun pola makan yang lebih aman. Langkah ini juga berguna untuk mengurangi risiko serangan kambuh pada situasi tertentu.

Pola makan yang lebih mendukung pencegahan migrain

Mengubah pola makan dan minum memang tidak sepenuhnya menghentikan migrain. Namun, beberapa pendekatan disebut menunjukkan efektivitas dalam pencegahan serangan.

Makanan kaya magnesium menjadi salah satu yang disarankan. Sayuran hijau, alpukat, kacang mete, almond, kacang tanah, dan tuna termasuk sumber yang disebutkan.

Asam lemak omega-3 juga mendapat perhatian. Makarel, salmon, dan minyak hati ikan kod disebut dapat membantu pencegahan migrain.

Diet ketogenik disebut kemungkinan efektif mengurangi frekuensi serangan migrain. Pola ini menekankan asupan lemak tinggi, karbohidrat rendah, dan protein yang cukup.

Selain pilihan makanan, cara makan juga ikut berpengaruh. Makan teratur dalam porsi kecil namun sering, lalu memadukan karbohidrat dan protein, disebut dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil.

Pilihan makanan segar juga dianjurkan. Sayuran, protein tanpa lemak, makanan minim kemasan, serta pengurangan garam menjadi bagian dari pola yang lebih mendukung.

Kebiasaan minum yang juga perlu dijaga

Hidrasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan migrain. Tubuh yang terhidrasi dengan baik dapat membantu menjaga kondisi tetap seimbang.

Sebaliknya, minuman bersoda manis sebaiknya dihindari. Dalam pola makan yang mendukung pencegahan migrain, minuman jenis ini disebut tidak dianjurkan.

Source: www.beautynesia.id
Berita Terkait