Spanyol menghadapi gelombang panas yang kian menekan dengan suhu yang diperkirakan dapat mencapai 44 derajat Celsius di sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat otoritas meteorologi setempat menetapkan peringatan tertinggi di beberapa area yang dianggap paling rawan.
Di tengah lonjakan suhu itu, malam tropis juga diperkirakan meluas hingga pertengahan pekan. Saat suhu malam tidak turun di bawah 20 derajat Celsius, panas yang tersimpan di bangunan menjadi lebih sulit dilepaskan dan istirahat warga ikut terganggu.
Wilayah dengan risiko tertinggi
Badan Meteorologi Spanyol atau AEMET menyebut Andalusia, Wilayah Basque, dan Cantabria sebagai sejumlah wilayah yang masuk status peringatan tertinggi. Di area tersebut, suhu diperkirakan bisa menembus 44 derajat Celsius pada puncak gelombang panas.
Selain wilayah itu, sekitar 17 dari 50 ibu kota provinsi di Spanyol juga berpotensi mencatat suhu di atas 40 derajat Celsius. Angka tersebut menunjukkan seberapa luas dampak panas ekstrem yang sedang mengancam negara itu.
Rekor panas mulai terpecahkan
Gelombang panas ini telah berlangsung sejak Minggu dan mulai memecahkan sejumlah rekor suhu. AEMET mencatat suhu malam di beberapa wilayah tenggara Spanyol bertahan di atas 30 derajat Celsius selama tiga hari berturut-turut, sebuah kondisi yang belum pernah tercatat sebelumnya pada Juni di Semenanjung Iberia.
Meteorolog RTVE Marc Santandreu menyebut, “Selasa bisa menjadi hari terpanas yang pernah tercatat pada Juni dan mendekati rekor hari terpanas sepanjang sejarah.” Pernyataan itu menggambarkan betapa tajamnya lonjakan suhu yang sedang dihadapi Spanyol.
Kubah panas dari Sahara memperkuat tekanan
Cuaca ekstrem ini tidak hanya berdampak di Spanyol, tetapi juga meluas ke sebagian besar Eropa Barat. Massa udara sangat panas dan kering dari Gurun Sahara bergerak ke utara dan memperkuat suhu tinggi di kawasan tersebut.
Menurut AEMET, pola ini terbentuk karena sistem tekanan tinggi di daratan Eropa dan sistem tekanan rendah di sebelah barat Semenanjung Iberia. Kombinasi keduanya mendorong udara panas dari Sahara masuk lebih jauh ke utara dan memperkuat efek kubah panas di atas permukaan daratan.
Dampak perubahan iklim ikut disorot
Berdasarkan analisis Climate Shift Index, perubahan iklim membuat peluang terjadinya gelombang panas ekstrem seperti ini setidaknya lima kali lebih besar. Dengan dukungan intensitas penyinaran matahari musim panas, suhu tinggi diperkirakan akan bertahan hingga pertengahan pekan.
Situasi tersebut menjaga risiko panas berkepanjangan tetap tinggi di wilayah yang sudah berada dalam status siaga. Bagi warga, malam yang lebih panas dari biasanya menjadi tantangan tambahan di tengah cuaca ekstrem yang belum menunjukkan tanda mereda.
