Persaingan Malut United dan Persebaya Surabaya di papan atas klasemen membawa tensi tambahan jelang laga di Stadion Kie Raha. Malut United berada di posisi kelima dengan 46 poin, sementara Persebaya membuntuti di urutan keenam dengan selisih empat angka, sehingga hasil pertandingan ini bisa langsung mengubah peta persaingan.
Pertemuan dua tim ini juga datang di saat yang tidak ideal bagi keduanya. Malut United dan Persebaya sama-sama membawa catatan yang kurang meyakinkan, sehingga duel pekan ke-29 Super League 2025-2026 ini berpotensi berjalan ketat sejak awal.
Persebaya butuh solusi di depan
Perhatian besar tertuju pada efektivitas serangan Persebaya. Dalam lima laga terakhir, tim Bajul Ijo hanya mampu mencetak lima gol dan baru meraih satu kemenangan, angka yang menunjukkan masalah nyata di sektor penyerangan.
Situasi itu makin rumit karena Persebaya datang dengan dua kekalahan beruntun, yakni 1-2 dari Madura United dan 0-3 dari Persija Jakarta. Dalam kondisi seperti ini, lini depan dituntut lebih tajam agar peluang yang muncul tidak terbuang sia-sia.
Malut United punya keuntungan kandang, tetapi belum stabil
Malut United memang masih sedikit lebih diunggulkan karena tampil di kandang. Namun, tim asuhan Hendri Susilo juga tidak berada dalam kondisi terbaik setelah gagal menang dalam empat pertandingan terakhir.
Dari rangkaian itu, dua laga berakhir dengan kekalahan. Hasil paling baru bahkan cukup berat, saat Malut United kalah 1-4 dari Bali United setelah sebelumnya tumbang 1-2 dari Dewa United.
Rekam jejak di kandang juga belum sepenuhnya meyakinkan. Dalam lima laga kandang terakhir, Laskar Kie Raha menelan tiga kekalahan, sehingga dukungan Stadion Kie Raha belum otomatis menjamin hasil positif.
Lini depan bisa jadi penentu hasil
Melihat kondisi yang sama-sama rapuh, pertandingan ini sangat mungkin ditentukan oleh ketenangan para pemain depan. Malut United masih memiliki variasi serangan yang lebih beragam, sedangkan Persebaya harus menyesuaikan diri dengan badai cedera yang memengaruhi performa tim.
Dalam laga yang dipenuhi tekanan klasemen, kemampuan menyelesaikan peluang akan sangat penting. Tim yang lebih efisien saat mendapat ruang kecil di kotak penalti lawan berpeluang lebih besar mengambil keuntungan.
Rekor pertemuan menunjukkan keseimbangan
Catatan head to head kedua tim cukup seimbang dan tidak menunjukkan dominasi mutlak. Dari tiga pertemuan terakhir, Malut United dan Persebaya sama-sama meraih satu kemenangan, sementara satu laga lain selesai tanpa pemenang.
Persebaya menang 2-1 pada 10 Januari 2026. Sebelumnya, Malut United menang 2-0 pada 17 Januari 2025, sedangkan duel pada 16 Agustus 2024 berakhir 0-0.
Prediksi susunan pemain
Malut United diperkirakan turun dengan formasi 4-2-3-1. Angga Saputro berpeluang berdiri di bawah mistar, dengan Igor Inocencio, Nilson Junior, Gustavo Franca, dan Yance Sayuri di lini belakang.
Di tengah, Ridho Syuhada dan Wbeymar Angulo bisa menjadi penghubung permainan. Sektor serang kemungkinan diisi Yakob Sayuri, Tyronne del Pino, Ciro Alves, dan David da Silva.
Persebaya diprediksi memakai formasi 4-3-3. Andhika Ramadhani berpotensi menjadi kiper utama, dibantu Arif Catur, Leo Lelis, Risto Mitrevski, dan Jefferson Silva di pertahanan.
Milos Raickovic, Toni Firmansyah, dan Francisco Rivera bisa mengisi lini tengah, sedangkan Malik Risaldi, Mihailo Perovic, dan Riyan Ardiansyah diproyeksikan menjadi tumpuan serangan.
Arah laga
Dengan posisi klasemen yang berdekatan, laga ini diperkirakan berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh kehati-hatian. Malut United punya modal kandang, tetapi Persebaya tetap punya peluang memberi kejutan jika mampu keluar dari tekanan dan memanfaatkan serangan balik dengan baik.
Prediksi skor lebih condong ke Malut United karena Persebaya sedang kehilangan beberapa pilar di lini depan. Meski begitu, hasil imbang tetap terbuka bila kedua tim kembali kesulitan dalam penyelesaian akhir dan laga berjalan rapat di area penalti.
Source: bola.bisnis.com






