Ledakan terdengar di Manama setelah sirene peringatan kembali berbunyi, sementara Bahrain menyatakan berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah rudal serta wahana udara yang disebut diluncurkan Iran. Situasi itu membuat ibu kota Bahrain berada dalam kondisi siaga di tengah eskalasi konflik kawasan Teluk.
Kementerian Pertahanan Bahrain kemudian meminta warga dan penduduk tetap tenang serta segera menuju lokasi yang dinilai aman. Imbauan tersebut disampaikan melalui media sosial X sebagai langkah antisipasi ketika ancaman masih berkembang.
Bahrain Mengaktifkan Pertahanan Udara
Militer Bahrain menyebut sistem pertahanan udaranya aktif menghadang serangan yang datang pada Selasa pagi, 14 Juli 2026. Dalam pernyataan resminya, otoritas pertahanan Bahrain mengatakan beberapa serangan udara berbahaya berhasil dicegat dan dihancurkan.
Bahrain juga menuduh Iran menargetkan wilayah sipil dalam operasi tersebut. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun tingkat kerusakan akibat insiden yang terjadi di Manama.
| Pihak | Klaim Tindakan | Sasaran |
|---|---|---|
| Bahrain | Mencegat dan menghancurkan serangan udara | Rudal dan wahana udara yang disebut berasal dari Iran |
| Iran | Melancarkan operasi balasan | Bahrain |
Iran Menyebut Serangan Itu Balasan
Di sisi lain, Iran mengonfirmasi telah melancarkan serangan ke Bahrain sebagai balasan atas serangan militer Amerika Serikat terhadap wilayahnya. Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC menyatakan operasi itu menggunakan rudal dan drone.
Serangan tersebut disebut sebagai respons atas aksi militer Amerika Serikat yang dalam beberapa hari terakhir kembali menggempur sejumlah target di Iran. Ketegangan antara kedua negara pun meluas ke wilayah Teluk dan menambah kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan regional.
Ledakan dan Sirene Berulang di Ibu Kota
Seorang jurnalis AFP melaporkan terdengar beberapa ledakan di Manama tidak lama setelah sirene peringatan serangan udara kembali dibunyikan. Sirene itu disebut telah berbunyi untuk ketiga kalinya sejak Selasa dini hari.
Perkembangan ini terjadi ketika ketegangan di sekitar Selat Hormuz terus meningkat dan memicu kekhawatiran terhadap lalu lintas pelayaran serta distribusi energi global. Dalam beberapa hari terakhir, aksi saling balas militer antara Amerika Serikat dan Iran membuat sejumlah wilayah di kawasan ikut terdampak langsung.
{}
Peristiwa di Bahrain menegaskan bahwa eskalasi konflik tidak lagi terbatas pada satu titik. Ancaman yang muncul di Manama kini menjadi bagian dari rangkaian ketegangan yang lebih luas di Teluk.
Source: www.viva.co.id






