Mandalika Festival of Speed 2026 menjadi target utama Hogers Indonesia Motorsport saat tim ini mulai menempatkan diri di jalur kompetisi nasional yang lebih serius. Di ajang itu, mereka membidik podium sekaligus membawa nama Hogers Indonesia naik ke level yang lebih profesional di dunia balap.
Langkah tersebut menandai perubahan besar bagi komunitas otomotif ini. Hogers Indonesia yang selama ini dikenal sebagai wadah berkumpul para pecinta mobil kini bergerak dengan struktur tim, arah kompetisi, dan kesiapan teknis yang lebih jelas untuk turun ke lintasan.
Dari komunitas menjadi tim balap
Peresmian Hogers Indonesia Motorsport dilakukan melalui acara Press Conference dan Team Launching di Hogers Indonesia House. Dari forum itu, terlihat bahwa pembentukan tim bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan bagian dari visi yang lebih jauh untuk ikut mendorong ekosistem motorsport di Indonesia.
Perwakilan Hogers Indonesia, Yudi Djaja, menegaskan bahwa semangat keluarga menjadi salah satu fondasi lahirnya tim ini. Menurutnya, Hogers Indonesia berangkat dari passion yang sama terhadap dunia otomotif, lalu energi itu dibawa ke arena yang lebih kompetitif melalui pembentukan tim balap.
Susunan tim disiapkan secara profesional
Hogers Indonesia Motorsport tidak hadir dengan susunan yang seadanya. Sejak awal, tim ini membangun komposisi kerja yang rapi agar bisa menjalankan tugas di lintasan maupun di balik layar dengan lebih terarah.
Ristiawan Suherman, yang juga menjabat sebagai Vice Director Hogers Indonesia, dipercaya memikul dua peran sekaligus sebagai Team Principal dan pembalap dengan nomor mobil #88. Di sisi lain, Yoshihiro Fajaryanto dengan nomor #77 diposisikan sebagai salah satu andalan utama di kursi pembalap.
Struktur pendukung tim juga cukup lengkap. Berman Jandry bertugas sebagai Team Director, Eric Steven merangkap sebagai Team Manager sekaligus Lead Race Engineer, dan Umar Yari Kartabrata dipercaya menjadi Race Engineer. Sementara itu, urusan komunikasi pemasaran dipegang oleh Hisyam Abdat, sedangkan Nanang Hamdani berperan sebagai Team Advisor.
Fokus ke dua ajang nasional
Pada musim kompetisi 2026, tim ini menyiapkan langkah ke dua ajang nasional bergengsi. Fokus pertama ada pada Subaru BRZ Super Series, yang disebut sebagai salah satu kompetisi balap paling prestisius di Indonesia saat ini.
Target berikutnya adalah Superstars Sportscar Series. Kehadiran di dua kejuaraan itu menunjukkan bahwa Hogers Indonesia Motorsport tidak sekadar ingin ikut tampil, tetapi juga bersiap menghadapi persaingan yang menuntut konsistensi, kesiapan teknis, dan mental yang kuat.
Dalam peluncuran tim tersebut, perwakilan Liqui Moly juga menyoroti perkembangan Subaru BRZ Super Series yang terus tumbuh pesat. Dari momen itu, muncul harapan kerja sama jangka panjang bersama Hogers Indonesia Motorsport sebagai bagian dari dukungan yang lebih luas terhadap perjalanan tim.
Mandalika jadi titik penting
Perhatian besar Hogers Indonesia Motorsport juga tertuju ke Mandalika. Dukungan datang dari MGPA atau Mandalika Grand Prix Association yang menyambut positif pertumbuhan motorsport nasional lewat berbagai event, termasuk GT World Challenge Asia di Mandalika.
MGPA juga membuka peluang kegiatan otomotif lain bagi komunitas, termasuk rencana trackday yang dinantikan para anggota Hogers Indonesia. Dengan begitu, Mandalika tidak hanya dipandang sebagai sirkuit balap resmi, tetapi juga sebagai ruang yang dapat mempertemukan komunitas dengan dunia motorsport profesional.
Bagi Hogers Indonesia Motorsport, kondisi ini menjadi penting karena memberi ekosistem yang mendukung ambisi tim. Keterhubungan antara komunitas, sponsor, dan pengelola sirkuit menjadi modal yang membantu mereka menatap kompetisi dengan lebih percaya diri.
Ambisi lebih besar dari sekadar hasil lomba
Target podium di Mandalika Festival of Speed 2026 memang menjadi sasaran yang ingin dicapai, tetapi tujuan Hogers Indonesia Motorsport tidak berhenti di situ. Tim ini juga ingin berperan sebagai platform yang ikut memperkuat ekosistem motorsport Indonesia agar lebih profesional dan inklusif.
Dengan dukungan dari para pemangku kepentingan di industri otomotif, langkah ke podium menjadi simbol keseriusan tim dalam membangun fondasi yang lebih kuat. Persiapan teknis, kekompakan personel, dan kemampuan memanfaatkan peluang di Mandalika akan sangat menentukan sejauh mana komunitas besar ini mampu memberi warna baru pada peta balap nasional.







