Rekaman lengkap dari jamuan kenegaraan antara Donald Trump dan Xi Jinping memperlihatkan bahwa tudingan soal dokumen rahasia ternyata tidak tepat. Map hitam yang sempat memicu kecurigaan itu bukan milik delegasi China, melainkan terlihat memiliki logo khas Gedung Putih.
Potongan video yang beredar sebelumnya sempat memberi kesan berbeda. Saat Xi Jinping meninggalkan meja untuk menyampaikan pidato, Trump tampak membuka map hitam di depannya dan momen singkat itu langsung ramai dibahas di media sosial.
Potongan singkat yang memicu salah paham
Adegan yang tersebar luas itu membuat banyak warganet menduga Trump sedang membaca atau mengintip catatan milik Presiden China. Video pendek tersebut bahkan ditonton jutaan kali, sehingga narasi yang salah ikut menyebar lebih cepat.
Sejumlah akun media sosial juga ikut memperkuat tudingan itu. Salah satu yang disebut menjadi awal penyebaran isu adalah akun X bernama RussiaNews.
Akun tersebut membagikan video dengan narasi bahwa Trump tertangkap mengintip buku catatan Xi Jinping. Unggahan itu disebut meraih lebih dari 5 juta penayangan dan memancing ribuan komentar.
Rekaman penuh menunjukkan konteks yang berbeda
Saat versi lengkap dari Gedung Putih diperiksa, gambaran yang muncul justru berubah. Logo pada map hitam memperlihatkan bahwa dokumen itu berasal dari pihak Trump sendiri.
Bukti lain terlihat setelah Xi Jinping selesai berpidato. Trump tampak membawa map hitam yang sama ketika berjalan menuju podium untuk menyampaikan sambutan.
Rangkaian gambar itu memperkuat kesimpulan bahwa map tersebut bukan dokumen rahasia milik pejabat China. Yang terlihat di rekaman utuh adalah dokumen milik Trump sendiri, bukan bahan milik Xi Jinping.
Mengapa potongan video mudah menyesatkan
Kasus ini menunjukkan bagaimana video pendek bisa mengubah makna sebuah peristiwa ketika dipisahkan dari konteks penuh. Satu potongan singkat dapat terlihat meyakinkan, padahal isi keseluruhan rekaman memberi penjelasan yang berbeda.
Karena itu, pemeriksaan terhadap video utuh menjadi penting sebelum kesimpulan disebarkan lebih jauh. Dalam kasus ini, penelusuran fakta menyimpulkan tudingan bahwa Trump mengintip dokumen Xi Jinping adalah hoaks.
Source: www.suara.com






