MAR Hadir Lagi Di Ciputra Artpreneur, ArtSwara Tambah Enam Pemain Dan Perkuat Skala Pementasan

Author: Redaksi Android62

Panggung Ciputra Artpreneur akan kembali dipenuhi MAR saat ArtSwara menyiapkan pementasan ulang pada 15-17 Mei 2026. Kali ini, musikal tersebut diproyeksikan tampil dengan skala yang lebih besar, dukungan pemain tambahan, serta sejumlah pembaruan artistik dan musikal yang membuat versinya berbeda dari pertunjukan sebelumnya.

Langkah menghidupkan MAR lagi juga lahir dari rasa belum puas terhadap pementasan terdahulu. Di sisi lain, kehadiran re-run ini sekaligus menjawab antusiasme publik yang memang ingin melihat karya tersebut kembali tampil di atas panggung.

MAR tetap membawa kisah yang berpusat pada cinta, pengorbanan, dan ketahanan. Ceritanya mengikuti perjalanan Nin saat mengenang masa mudanya, dengan latar perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan tragedi Bandung Lautan Api.

Di dalam narasi itu, penonton akan mengikuti hubungan Mar dan Aryati. Mar digambarkan sebagai prajurit yang berani dan setia, sedangkan Aryati hadir sebagai sukarelawati rumah sakit dengan kasih dan tekad yang kuat.

Untuk pementasan ulang ini, ArtSwara menambah enam casting baru. Gabriel Harvianto kembali memerankan Mar, sementara Galabby tetap mengisi peran Aryati.

Sejumlah nama lain juga kembali terlibat dalam pertunjukan ini, termasuk Bima Zeno Pooroe, Taufan Purbo, Chandra Satria, Sita Nursanti, Tanta Ginting, Teza Sumendra, Renno Krisna, Devina Karyasasmita, dan Putri Indam Kamila. Komposisi ini memperlihatkan bahwa MAR tetap bertumpu pada kolaborasi para aktor dan aktris yang sudah dikenal di panggung musikal.

Dari sisi artistik, ArtSwara menyiapkan peningkatan di berbagai elemen pertunjukan agar pengalaman menonton terasa lebih segar dan lebih kuat. Tata suara yang prima dan rancangan panggung istimewa menjadi bagian dari janji pembaruan tersebut.

Musik juga menjadi fokus penting dalam versi baru MAR. Repertoar karya Ismail Marzuki akan dihadirkan dengan warna yang lebih memikat, sehingga penonton dapat mengenal lebih jauh karya sang komponis.

Cerita MAR ditulis oleh Titien Watimena berdasarkan ide orisinal Maera. Pementasan ini juga digarap bersama co-sutradara Rusmedie Agus, sehingga arah narasi dan visualnya tetap menegaskan warisan budaya serta sejarah Indonesia.

Di bidang musik, Dian HP bertindak sebagai direktur musik. Komposisi abadi Marzuki diinterpretasikan ulang dengan sentuhan jazz yang dinamis, dengan nuansa yang mengingatkan pada era Glen Miller dan selaras dengan semangat Bandung Lautan Api.

Maera menyebut tahun 2026 akan menjadi momen ketika Ava Victoria memimpin dan memainkan musik drama musikal MAR. Penataan musik itu menjadi salah satu unsur yang memperkuat ambisi ArtSwara untuk menghadirkan pertunjukan yang lebih matang dan lebih berani.

MAR sendiri sudah mendapat pengakuan di industri hiburan nasional melalui penghargaan Album Musikal Terbaik dan Aransemen Vokal Terbaik pada 28th AMI Awards 2025. Pencapaian itu menambah bobot pementasan ulang yang kini disiapkan dengan cakupan lebih besar.

Bagi Maera, MAR bukan hanya penghormatan kepada Ismail Marzuki. Pertunjukan ini juga menjadi ruang eksplorasi terobosan baru dalam teater musikal, dengan narasi yang segar agar warisan Marzuki tetap relevan bagi audiens yang lebih luas.

Produser MAR, Rr. Firsty Dewi, menegaskan bahwa ArtSwara memiliki visi membangun ekosistem musikal besar di Indonesia. Arah itu juga ditujukan untuk menarik generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai seni pertunjukan musikal.

Dengan tambahan pemain, pembaruan artistik, dan interpretasi musikal yang lebih berani, MAR versi baru diposisikan sebagai langkah lanjutan ArtSwara. Ciputra Artpreneur pun akan kembali menjadi ruang pertemuan antara sejarah, musik, dan kisah cinta yang dibuat terasa lebih besar dari sebelumnya.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru