Marc Klok Minta Bhayangkara FC Tarik Tuduhan Rasisme, Nama Baiknya Ternilai Dirugikan

Author: Redaksi Android62

Marc Klok meminta Bhayangkara FC menyampaikan permintaan maaf resmi setelah namanya terseret tuduhan rasisme usai laga melawan Persib Bandung. Kapten Persib itu menilai tuduhan yang diarahkan kepadanya tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya dan telah merugikan reputasinya.

Klok menegaskan bahwa persoalan bermula dari salah paham di lapangan, bukan dari pelecehan verbal bernuansa rasis seperti yang sempat disebut akun resmi Bhayangkara FC. Ia juga menyebut insiden yang ramai di media sosial terjadi saat jeda babak pertama, ketika situasi di lorong menuju ruang ganti memicu kesalahpahaman.

Melalui pernyataan di media sosial pribadinya, pemain naturalisasi itu menjelaskan bahwa dirinya hanya meminta bola agar pertandingan bisa segera dilanjutkan. Saat Persib baru mencetak gol dan skor berubah menjadi 2-1, Klok mengaku mengucapkan, “Give me the ball back,” kepada Henri Doumbia.

Menurut penjelasannya, ucapan itu muncul karena Doumbia menahan bola alih-alih segera melakukan kick-off. Klok juga menyampaikan bahwa ia sudah berbicara langsung dengan Doumbia untuk meluruskan persoalan tersebut.

Dalam komunikasi itu, pemain asal Pantai Gading tersebut disebut memahami bahwa ada kekeliruan dalam menangkap kata yang diucapkan di lapangan. Karena itu, Klok menilai masalah di antara keduanya sebenarnya sudah selesai.

Sorotan ke manajemen Bhayangkara FC

Meski urusan dengan Doumbia disebut beres, Klok mengaku kecewa karena tuduhan itu tetap bergulir ke level manajemen. Ia secara khusus menyorot manajer Bhayangkara FC, Sumardji, yang disebut masih melabelinya sebagai rasis di sejumlah area stadion.

Klok mengatakan Sumardji tidak berada di dekat lapangan ketika insiden terjadi. Karena itu, ia menilai tudingan yang terus disampaikan tidak sejalan dengan apa yang ia alami langsung saat pertandingan berlangsung.

Pemain yang menjadi kapten Persib itu juga mengaku sudah meminta agar tuduhan tersebut dihentikan. Ia merasa terluka karena nama baiknya terus dibawa ke arah yang menurutnya tidak benar.

Dalam klarifikasinya, Klok menegaskan bahwa dirinya menjunjung tinggi sportivitas dan menolak segala bentuk tindakan diskriminatif. Ia membantah keras anggapan bahwa dirinya melakukan pelecehan verbal dengan unsur rasis.

Pernyataan itu sekaligus menjadi upaya untuk meredam polemik yang berkembang setelah pertandingan. Klok menilai kesalahpahaman di lapangan seharusnya sudah selesai setelah dirinya dan Doumbia berbicara langsung.

Laga yang ikut memanas

Kontroversi ini mencuat setelah akun resmi Bhayangkara FC mengunggah tudingan bahwa Klok melakukan pelecehan verbal terhadap Doumbia. Situasi kemudian memanas di tengah pertandingan yang saat itu masih berjalan ketat.

Skor ketika insiden memuncak adalah 2-1 untuk keunggulan Persib, sebelum laga akhirnya ditutup dengan kemenangan 4-2 untuk tim asal Bandung tersebut. Namun, sorotan justru bergeser dari hasil pertandingan ke isu di luar lapangan yang menyangkut reputasi pemain.

Di tengah euforia kemenangan Persib, tuduhan rasisme menjadi pembahasan utama karena menyentuh hubungan antarpihak dalam pertandingan. Karena itu, permintaan maaf resmi dari Bhayangkara FC kini menjadi tuntutan yang disuarakan Klok untuk mengakhiri polemik yang sudah terlanjur meluas.

Berita Terbaru