Kiper Jadi Pemain Argentina Paling Banyak Menyentuh Bola, Final Berakhir Pahit

Emiliano Martinez menjadi pemain Argentina dengan sentuhan bola terbanyak dalam 90 menit final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Catatan tersebut mencerminkan besarnya tekanan yang dihadapi Argentina, karena pemain yang paling sering menguasai bola justru berposisi sebagai kiper.

Argentina akhirnya kalah 0-1 dari Spanyol di Stadion New York, Amerika Serikat. Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan Spanyol mengangkat trofi setelah pertandingan berlanjut ke waktu tambahan.

Skor akhir memang hanya terpaut satu gol, tetapi statistik pertandingan menunjukkan arah permainan lebih banyak dikuasai Spanyol. Argentina kesulitan menjaga bola, membangun serangan, dan menciptakan ancaman ke area pertahanan lawan.

Penguasaan Bola Terendah Argentina

Dalam 90 menit pertandingan, Argentina hanya mencatatkan penguasaan bola sebesar 34 persen. Angka itu menjadi catatan penguasaan bola terendah Argentina sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Rendahnya penguasaan bola membuat tim juara bertahan lebih sering berada di bawah tekanan. Aliran permainan Argentina pun lebih banyak berlangsung dari lini belakang, tempat Martinez berulang kali terlibat dalam distribusi bola.

Data PertandinganArgentinaSpanyol
Penguasaan bola dalam 90 menit34 persenLebih dominan
Tembakan tepat sasaran dalam 120 menit0
Gol01

Argentina tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang 120 menit pertandingan. Lionel Messi dan rekan-rekannya gagal mengarahkan peluang yang dimiliki ke gawang Spanyol hingga peluit akhir berbunyi.

Situasi tersebut menunjukkan keterbatasan ruang yang diperoleh Argentina untuk menyerang. Spanyol tidak hanya mengendalikan bola, tetapi juga mampu membatasi peluang lawan untuk menguji penjaga gawang mereka.

Catatan Langka dalam Sejarah Piala Dunia

Menurut data Opta yang dikutip CNN Indonesia, Argentina menjadi tim ketiga sejak 1966 yang tidak membuat tembakan tepat sasaran pada waktu reguler Piala Dunia. Dua kejadian sebelumnya sama-sama dialami Kosta Rika.

TimLawanEdisi Piala Dunia
ArgentinaSpanyol2026
Kosta RikaBrasil1990
Kosta RikaSpanyol2022

Catatan tersebut memperlihatkan bahwa Argentina bukan hanya kalah dalam penguasaan permainan, melainkan juga minim ancaman di depan gawang. Dominasi sentuhan bola oleh Martinez menjadi kontras yang kuat dengan kesulitan timnya menembus pertahanan Spanyol.

Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengakui hasil akhir tersebut terasa menyakitkan bagi timnya. “Saya merasa sedih, tetapi saya tahu bahwa kami telah memberikan segalanya,” kata Scaloni.

Scaloni juga menilai Spanyol pantas menang setelah tampil lebih baik dalam laga puncak itu. “Mereka lebih baik, itu benar,” ujar pelatih Argentina tersebut.

Kekalahan ini membuat Argentina gagal mempertahankan gelar Piala Dunia dan harus mengakhiri turnamen sebagai runner-up. Mereka mampu bertahan hingga waktu tambahan, tetapi gol Ferran Torres menjadi pembeda yang tidak dapat dibalas.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terkait