Massa Mahasiswa Semarang Kembali Turun ke Jalan, Kantor Gubernur Jateng Jadi Sasaran

Ratusan mahasiswa kembali memadati Jalan Pahlawan dan bergerak menuju kompleks kantor Gubernur Jawa Tengah serta DPRD Jawa Tengah pada Rabu sore. Aksi itu membuat kawasan pusat pemerintahan di Semarang kembali berada dalam tekanan massa yang membawa poster protes dan meneriakkan tuntutan revolusi.

Ketegangan memuncak menjelang pukul 17.50 WIB ketika polisi mengumandangkan azan, lalu massa membakar ban dan poster di depan gerbang kompleks pemerintahan. Mahasiswa kemudian berselawat sambil mencoba merubuhkan gerbang, sementara aparat merespons dengan menyemprotkan apar untuk memadamkan api.

MBG dan Perluasan Peran Aparat Jadi Sorotan

Perwakilan Komisariat PMII UIN Walisongo, Alfani, menyebut fokus utama aksi tetap tertuju pada program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Selain itu, massa juga mengecam keterlibatan TNI dan polisi yang dinilai semakin masuk ke ruang sipil.

Menurut Alfani, kritik itu tidak hanya diarahkan pada program-program populis pemerintah seperti MBG dan proyek strategis lainnya. Ia juga menyoroti meluasnya peran militer dalam ranah sipil yang disebutnya telah berlangsung cukup lama.

Dalam penjelasannya di sela aksi, Alfani mengaitkan persoalan tersebut dengan revisi UU TNI dan berbagai kebijakan yang dinilai memperluas ruang gerak militer. Ia menegaskan aksi akan terus berlanjut sampai pemerintah mendengar keresahan rakyat dan mengevaluasi kebijakan yang dianggap merugikan.

Gelombang Aksi yang Terus Berulang

Unjuk rasa di Semarang kali ini bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Sebelumnya, demonstrasi mahasiswa juga digelar pada Jumat 5 Juni 2026 di depan kantor BI Jawa Tengah, lalu berlanjut pada Jumat 12 Juni 2025, Senin 15 Juni 2026, dan kembali turun ke jalan pada Rabu 17 Juni 2026.

Rangkaian aksi itu sempat mengusung tajuk Panca Tuntutan Rakyat atau PANTURA pada Senin 15 Juni 2026. Dengan agenda yang terus berulang, Semarang kembali menjadi pusat tekanan mahasiswa terhadap pemerintah daerah dan aparat di jalan utama pusat kota.

Pantauan di lokasi menunjukkan massa mulai memenuhi Jalan Pahlawan sekitar pukul 16.00 WIB sebelum bergerak ke kompleks kantor gubernur dan kantor DPRD Jateng. Mereka menyuarakan tuntutan yang sama seperti aksi-aksi sebelumnya dan menandai bahwa gelombang protes di kota itu belum menunjukkan tanda mereda.

Source: regional.kompas.com

Berita Terkait