Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa Kota Masyhad, Iran, tetap tampak ramai dan berjalan normal saat ia menghadiri upacara pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dari pengamatannya, tidak terlihat tanda-tanda bahwa kota itu berada dalam situasi perang.
Ia menyebut aktivitas warga berlangsung seperti biasa di tengah perhatian luas terhadap kondisi keamanan Iran. Muzani juga menilai tidak ada pemandangan yang menunjukkan ketegangan mencolok selama dirinya berada di wilayah tersebut.
Tidak tampak kekuatan bersenjata yang mencolok
Muzani mengatakan dirinya tidak melihat personel militer berlalu lalang atau berjaga dengan senjata di area yang dilalui. Menurut dia, kehidupan masyarakat tetap berlangsung tanpa kehadiran kekuatan bersenjata yang menonjol di tengah aktivitas publik.
“Masyarakat aktivitas seperti biasa dan tidak ada, tidak terlihat ada kekuatan bersenjata ataupun militer yang mencolok di tengah-tengah kehidupan rakyat Masyhad,” ujar politikus Partai Gerindra itu.
Perjalanan hanya sampai Masyhad
Muzani menjelaskan bahwa dirinya tidak masuk ke Teheran dan hanya melintas menuju Masyhad. Karena itu, kesaksiannya terbatas pada kondisi kota tersebut dan tidak mencakup gambaran langsung dari ibu kota Iran.
“Setidaknya itu. Saya karena, saya tidak masuk ke Teheran, saya lewat, masuknya ke Masyhad. Jadi, ya, seperti itu,” jelasnya.
Pesan Indonesia menekankan perdamaian
Dalam kesempatan itu, Muzani juga menyampaikan sikap Indonesia yang mencintai perdamaian. Ia menegaskan harapan agar ketegangan peperangan dapat diselesaikan lewat jalan damai, bukan dengan memperpanjang konflik.
Ia menyampaikan harapan agar Mohammad Ghalibaf dapat menggunakan pengaruh dan kewenangannya untuk menghentikan perang. Menurut Muzani, pesan tersebut mewakili suara rakyat dan bangsa Indonesia.
“Kami percaya kepada Yang Mulia Mohammad Ghalibaf untuk bisa melakukan tindakan dengan menggunakan pikiran, ucapan, tindakan, dan tanda tangannya untuk menghentikan peperangan. Itu adalah pesan dari seluruh rakyat dan bangsa Indonesia,” kata dia.
Muzani kemudian menegaskan kembali keyakinan bahwa perbedaan pandangan harus ditempuh melalui diplomasi, dialog, dan perundingan. Ia menyebut tidak ada keraguan terhadap komitmen Ghalibaf sebagai ketua juru runding Iran untuk mengupayakan penghentian perang.
“Karena itu kami tidak meragukan sedikitpun komitmen dari Yang Mulia sebagai ketua juru runding Iran untuk menghentikan perang, mengatasi semua perbedaan pandangan dengan cara diplomasi, dialog, dan perundingan sebagai jalan untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan itu,” tandasnya.
Ringkasan pengamatan dan sikap Indonesia
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi yang disorot | Kota Masyhad, Iran |
| Kesaksian utama | Situasi ramai dan normal, tanpa tanda-tanda perang |
| Pemandangan keamanan | Tidak terlihat personel militer atau kekuatan bersenjata yang mencolok |
| Posisi Indonesia | Mendukung perdamaian, dialog, dan perundingan |
Keterangan Muzani itu menjadi gambaran langsung mengenai kondisi Masyhad saat prosesi pemakaman berlangsung. Dari pengamatannya, kota tersebut tetap hidup normal meski situasi kawasan mendapat sorotan luas.
