Pemecatan Ma Xingrui dari Partai Komunis China menegaskan bahwa kampanye antikorupsi Presiden Xi Jinping masih menyentuh jajaran tertinggi partai. Langkah itu juga memperlihatkan bahwa pelanggaran disiplin tidak lagi dipandang semata sebagai urusan administratif, tetapi sebagai persoalan politik di tingkat paling atas.
Menurut laporan media pemerintah yang dikutip Liputan6.com, Ma kini tercatat sebagai mantan anggota Politbiro setelah disingkirkan melalui penyelidikan korupsi. Politbiro adalah badan beranggotakan 24 orang yang dihuni para pemimpin tertinggi Partai Komunis China.
Pelanggaran yang disorot tidak hanya soal uang
Otoritas partai menyimpulkan bahwa Ma menerima hadiah dan uang, lalu terlibat dalam pertukaran kewenangan dengan imbalan seksual dan uang. Ia juga dituduh menyalahgunakan jabatan untuk membantu pihak lain memperoleh kontrak dan promosi.
Selain itu, Ma disebut mengabaikan pelanggaran serta dugaan tindak pidana yang dilakukan pembantu dekatnya. Otoritas partai juga menilai ia membiarkan kerabat memanfaatkan pengaruhnya untuk meraih keuntungan.
| Tokoh | Status | Jabatan | Catatan |
|---|---|---|---|
| Ma Xingrui | Dipecat dari PKC | Mantan anggota Politbiro, Sekretaris Partai di Xinjiang | Diduga melakukan serangkaian pelanggaran disiplin dan hukum |
| Dua anggota Politbiro lain | Disingkirkan | Jenderal militer | Disebut sebagai bagian dari kampanye antikorupsi |
Neil Thomas dari Asia Society Policy Institute mengatakan kepada Associated Press bahwa keberhasilan Xi mencopot anggota Politbiro yang masih menjabat menunjukkan dominasi pemimpin China itu tetap kuat. Pandangan tersebut memperkuat kesan bahwa kasus Ma bukan hanya soal penegakan aturan internal.
Riwayat jabatan Ma Xingrui
Ma diangkat menjadi anggota Politbiro pada 2022, lalu dalam laporan terbaru media pemerintah sudah disebut sebagai mantan anggota badan tersebut. Pria berusia 66 tahun itu menjabat sebagai Sekretaris Partai Komunis di Daerah Otonom Xinjiang hingga 2025.
Sebelum bertugas di Xinjiang, Ma pernah menjadi gubernur Provinsi Guangdong, wilayah industri manufaktur penting di selatan China yang berbatasan dengan Hong Kong. Dalam sistem pemerintahan China, sekretaris partai memiliki kedudukan lebih tinggi daripada gubernur di tingkat provinsi maupun daerah.
Ma juga memiliki latar belakang insinyur dan pernah bekerja di industri kedirgantaraan sebelum masuk ke pemerintahan daerah. Latar belakang itu membuat posisinya di struktur politik China sebelumnya dipandang cukup strategis.
Nasib Ma mulai terungkap pada April, ketika pemerintah mengumumkan penyelidikan atas dugaan pelanggaran berat terhadap disiplin partai dan hukum negara. Saat itu, rincian tuduhan belum diungkapkan lebih jauh.
Gelombang disiplin yang terus meluas
Pada hari yang sama, lembaga antikorupsi partai juga mengumumkan penyelidikan terhadap pejabat yang bertanggung jawab atas keselamatan pertambangan di Provinsi Shanxi. Langkah itu menyusul ledakan tambang batu bara pada Mei yang menewaskan sejumlah orang.
Rangkaian tindakan ini menunjukkan bahwa operasi disiplin yang telah berjalan lama masih terus diarahkan ke berbagai sektor. Di saat partai bersiap menuju Kongres Nasional ke-21 tahun depan, sorotan atas korupsi dan loyalitas politik tampak berjalan beriringan.
