Mata Juling Bukan Sekadar Soal Tampilan, Dokter Ingatkan Risiko Mata Malas pada Anak

Author: Redaksi Android62

Mata juling pada anak tidak boleh dianggap sebagai persoalan penampilan semata. Kondisi ini dapat memengaruhi cara mata bekerja, mengganggu penglihatan tiga dimensi, serta meningkatkan risiko mata malas atau ambliopia bila tidak ditangani sejak awal.

Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Group, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD, menekankan bahwa strabismus perlu dipahami sebagai gangguan medis. Menurut dia, pemeriksaan lebih dini memberi peluang lebih besar untuk menentukan penanganan yang sesuai sebelum dampaknya meluas.

Gejala yang kerap luput dari perhatian

Strabismus terjadi ketika kedua mata tidak bergerak atau tidak sejajar ke arah yang sama. Kondisi ini bisa muncul pada anak-anak maupun orang dewasa, tetapi pada masa tumbuh kembang anak risikonya lebih besar karena dapat memengaruhi perkembangan fungsi penglihatan.

Pada bayi, mata yang belum sejajar masih bisa terjadi karena koordinasi saraf mata belum sempurna. Namun, bila kondisi itu masih tampak setelah usia enam bulan, orang tua disarankan segera membawa anak ke dokter mata.

Gejalanya juga tidak selalu terlihat terus-menerus. Pada sebagian anak, mata juling tampak jelas sepanjang waktu, tetapi pada sebagian lain hanya muncul saat lelah, mengantuk, sakit, atau kurang fokus.

Penyebabnya beragam dan perlu pemeriksaan menyeluruh

JEC menyebut penyebab strabismus bisa berasal dari gangguan otot mata, kelainan saraf, faktor genetik, hingga gangguan refraksi seperti rabun jauh, rabun dekat, atau silinder yang tidak terkoreksi. Karena itu, pemeriksaan medis dibutuhkan untuk mencari sumber masalah pada tiap pasien.

Hasil pemeriksaan menjadi dasar dokter dalam menentukan langkah penanganan yang paling sesuai. Dalam sejumlah kasus, kacamata dapat membantu memperbaiki fokus sekaligus posisi mata.

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat merekomendasikan terapi penutup mata atau patching untuk melatih mata yang lebih lemah, terapi penglihatan, hingga operasi bila memang diperlukan.

Dampak yang bisa bertahan lama

Menurut Tjahjono, strabismus tidak hanya mengubah posisi mata, tetapi juga bisa mengganggu persepsi kedalaman. Gangguan ini membuat kemampuan menilai ruang dan jarak secara akurat menjadi tidak optimal.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas penglihatan karena mata dan otak tidak bekerja selaras. Itulah sebabnya penanganan dini dianggap penting untuk mencegah komplikasi yang lebih sulit diatasi.

Orang tua diminta tidak menunggu gejala memburuk

Imbauan utama dari dokter adalah tidak menunggu sampai mata tampak makin juling atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu menemukan masalah sebelum berdampak pada fungsi penglihatan anak.

Langkah ini juga penting karena strabismus sering memunculkan stigma sosial. Padahal, kondisi tersebut dapat ditangani bila terdeteksi dan ditangani dengan tepat sejak awal.

Edukasi publik terus digencarkan

Kesadaran masyarakat terhadap mata juling disebut mulai meningkat. JEC menyampaikan jumlah tindakan penanganan strabismus naik 29 persen sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk memperluas pemahaman publik, JEC menjalankan kampanye “Strabismus: From Stigma to Confidence” melalui media digital, seminar kesehatan mata, podcast, publikasi media, skrining mata, dan program sosial operasi mata juling gratis.

Kampanye tersebut juga mengantarkan JEC Eye Hospitals & Clinics meraih penghargaan Marketeers OMNI Brands of the Year 2026 untuk kategori Impactful Omnichannel Social Campaign. Penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi atas upaya edukasi publik agar masyarakat lebih memahami strabismus dan pentingnya deteksi dini.

Dengan perhatian yang lebih besar terhadap gejala mata yang tidak sejajar, dokter berharap orang tua segera memeriksakan anak bila muncul tanda yang mencurigakan. Pemeriksaan dini tetap menjadi langkah penting untuk menemukan penyebab strabismus dan mencegah gangguan penglihatan yang lebih berat.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru