Maung Lebih Mahal dari Impor, Prabowo Pilih Jalan Panjang Bangun Industri Nasional

Author: Redaksi Android62

Keputusan memilih jip Maung yang harganya lebih tinggi daripada kendaraan impor ditempatkan Presiden Prabowo Subianto sebagai investasi untuk kemampuan manufaktur Indonesia. Pilihan itu diambil agar Indonesia tidak terus bergantung pada kendaraan buatan luar negeri.

Maung kini telah digunakan oleh perwira TNI di berbagai daerah. Produksi kendaraan taktis buatan PT Pindad tersebut juga telah melampaui 3.200 unit hingga Mei 2026, menurut keterangan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang dikutip CNN Indonesia.

Penggunaan Kendaraan Nasional di TNI

Pemakaian kendaraan produksi dalam negeri diperluas secara bertahap di lingkungan TNI. Selain perwira, sejumlah komandan rayon militer atau Danramil disebut telah mulai memakai jip Maung sebagai kendaraan dinas.

Babinsa juga mulai memperoleh motor listrik untuk mendukung mobilitas di lapangan. Prabowo menekankan pengadaan kendaraan tersebut tidak dapat dilakukan serentak untuk seluruh satuan.

Lingkungan TNI Kendaraan Operasional Status Penggunaan
Perwira TNI Jip Maung Telah digunakan di berbagai daerah
Danramil Jip Maung Mulai digunakan sebagai kendaraan dinas
Babinsa Motor listrik Mulai diberikan untuk tugas lapangan

Prabowo menyampaikan kebanggaannya ketika melihat jip buatan Indonesia digunakan TNI di sejumlah kota. “Jadi sekarang kalau lihat kota, ada jip-jip, bangga juga saya. TNI sekarang pakai jip sendiri,” tuturnya.

Pertimbangan di Balik Harga yang Lebih Tinggi

Prabowo menjelaskan bahwa keputusan tersebut berangkat dari pilihan yang pernah dihadapinya saat menjadi Menteri Pertahanan. Saat itu, ia ditawari jip buatan asing dengan harga lebih murah dan kendaraan produksi Indonesia yang masih lebih mahal karena industrinya baru mulai berkembang.

Ia menilai keuntungan harga murah tidak cukup untuk menjawab kebutuhan jangka panjang negara. Pemerintah, menurutnya, perlu memberi ruang bagi industri lokal untuk membangun kemampuan memproduksi kendaraan sendiri.

“Saya disodorkan, ‘Pak, ini jip bagus Pak, murah, buatan asing. Ini buatan Indonesia tapi mahal Pak karena kita baru mulai’. Ya kalau saya pilih jip yang murah ini, kapan Indonesia punya jip sendiri,” ujar Prabowo.

Ia kemudian memilih Maung yang dibuat oleh tenaga kerja Indonesia meski biaya pengadaannya lebih tinggi. Keputusan itu diarahkan untuk membentuk kapasitas industri nasional, bukan semata membandingkan nilai pembelian dalam jangka pendek.

Maung dan Arah Pengembangan Kendaraan Domestik

Maung merupakan kendaraan taktis yang diproduksi PT Pindad, perusahaan pertahanan milik negara. Penggunaannya oleh TNI menjadi salah satu wujud penyerapan produk industri pertahanan dalam negeri untuk kebutuhan operasional.

Prabowo sendiri telah menggunakan Maung sejak dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2024. Kehadiran kendaraan itu di lingkungan TNI dipandangnya sebagai penanda bahwa Indonesia mampu menghasilkan kendaraan operasional sendiri.

Dalam agenda Panen Raya TNI untuk mendukung program ketahanan pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7), Prabowo juga menyampaikan rencana peluncuran motor listrik nasional. Peluncuran kendaraan tersebut direncanakan dalam beberapa pekan mendatang.

Motor listrik nasional itu diharapkan dapat dimanfaatkan lebih luas, termasuk oleh petani, sebagai sarana transportasi yang efisien dan terjangkau. Pengembangan Maung serta motor listrik ditempatkan dalam arah yang sama, yakni memperkuat industri kendaraan domestik melalui penggunaan produk nasional.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru