Kylian Mbappe mencatatkan 22 gol di Piala Dunia dan melampaui koleksi Lionel Messi yang berjumlah 21 gol. Catatan bersejarah itu lahir ketika Perancis sedang menekan Inggris dalam laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026.
Gol kedua Mbappe pada menit ke-66 memangkas skor menjadi 3-4 setelah Perancis sempat tertinggal empat gol. Situasi tersebut mengubah pertandingan karena Inggris yang dominan pada babak pertama harus bertahan menghadapi serangan Les Bleus.
Rekor hadir di tengah upaya kebangkitan
Mbappe mencetak gol bersejarahnya melalui kerja sama cepat bersama Michael Olise di depan kotak penalti Inggris. Kombinasi umpan satu-dua memberi ruang bagi sang kapten untuk melepaskan tembakan kaki kiri ke pojok bawah gawang.
Dean Henderson tidak dapat menghentikan bola yang meluncur ke gawangnya. Menurut bola.kompas.com, gol tersebut menjadi penanda kuat kebangkitan Perancis pada babak kedua.
| Tim | Pencetak Gol | Menit |
|---|---|---|
| Inggris | Declan Rice | 3′ |
| Inggris | Ezri Konsa | 19′ |
| Inggris | Bukayo Saka | 38′, 45+1′ |
| Perancis | Kylian Mbappe | 48′, 66′ |
| Perancis | Bradley Barcola | 54′ |
Inggris sempat membangun jarak besar
Inggris memulai laga dengan sangat efektif dan mencetak gol pembuka melalui Declan Rice pada menit ketiga. Ezri Konsa kemudian menambah keunggulan pada menit ke-19 untuk membawa The Three Lions menjauh.
Bukayo Saka memperlebar selisih lewat dua gol pada menit ke-38 dan 45+1. Keunggulan 4-0 pada akhir babak pertama menempatkan Inggris dalam posisi yang terlihat sangat nyaman.
Namun, arah laga berubah setelah jeda. Mbappe membuka kebangkitan Perancis pada menit ke-48, lalu Bradley Barcola membuat skor menjadi 2-4 pada menit ke-54.
Gol Barcola membuat Inggris tidak lagi dapat mengendalikan laga dengan tenang. Perancis terus mendorong serangan hingga Mbappe kembali mencetak gol 12 menit kemudian.
Peluang menyamakan skor sempat terbuka
Setelah membawa Perancis menipiskan jarak menjadi satu gol, Mbappe hampir menyempurnakan penampilannya dengan hat-trick. Ia mengejar umpan panjang dari lini belakang dan berhasil melewati Henderson.
Tembakannya kemudian melenceng tipis dari sasaran. Peluang itu membuat Perancis belum dapat menyamakan kedudukan, meski tekanan terhadap lini pertahanan Inggris terus meningkat.
Rangkaian tiga gol Perancis pada babak kedua memperlihatkan perubahan besar dibandingkan paruh pertama. Inggris yang sempat unggul nyaman dipaksa menghadapi ancaman hingga laga memasuki fase penting.
Di tengah tekanan tersebut, torehan 22 gol Mbappe menjadi perhatian utama. Rekor yang melewati Messi itu tercipta bersamaan dengan usaha Perancis mengejar hasil setelah tertinggal 0-4.
Source: bola.kompas.com






