Xavi Hernandez membuka peluang untuk melanjutkan karier kepelatihannya di tim nasional dibandingkan kembali ke klub. Pertimbangan keluarga menjadi alasan utama mantan pelatih Barcelona itu memilih jalur yang dinilainya lebih sesuai.
Pelatih berusia 46 tahun tersebut menilai tuntutan pekerjaan bersama klub dapat menyita waktu yang besar. Situasi itu menjadi semakin penting baginya karena anak-anaknya masih kecil.
Dalam wawancara dengan RNE pada Sabtu (18/7), Xavi menyatakan opsi menangani negara sangat menarik baginya. “Saya katakan secara terbuka, itu bisa menjadi pilihan yang sangat cocok bagi saya,” kata Xavi, seperti dikutip Media Indonesia.
Ia kemudian menjelaskan pertimbangan personal yang mendasari pandangan tersebut. “Saya masih memiliki anak-anak yang masih kecil,” lanjutnya.
Ambisi Menjangkau Turnamen Besar
Pilihan menuju sepak bola antarnegara juga berkaitan dengan ambisi Xavi merasakan turnamen besar sebagai pelatih. Ketika masih bermain, ia telah memiliki pengalaman penting bersama Spanyol di level internasional.
Xavi menjadi salah satu pilar lini tengah Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010. Ia juga menjadi bagian dari periode dominasi Spanyol di sepak bola Eropa.
Pengalaman sebagai pemain itu tampaknya membentuk target baru dalam perjalanan kepelatihannya. Xavi tidak hanya ingin mendampingi tim nasional pada agenda biasa, melainkan juga membidik kompetisi internasional utama.
“Saya juga ingin merasakan pengalaman sebagai pelatih di Piala Dunia, Piala Eropa, Piala Afrika, atau Piala Asia,” ujar Xavi. Pernyataan tersebut menunjukkan keterbukaannya terhadap peluang menangani tim nasional dari berbagai kawasan.
Belum ada negara yang disebut secara spesifik sebagai tujuan Xavi. Namun, arah preferensinya kini terlihat lebih jelas setelah ia menempatkan pekerjaan di tim nasional sebagai opsi yang paling menarik.
Rekam Jejak di Dua Klub
Sebelum mempertimbangkan tugas di level antarnegara, Xavi membangun pengalaman kepelatihan di Qatar dan Spanyol. Ia mengawali karier manajerialnya bersama Al Sadd sebelum menerima pekerjaan besar di Barcelona.
| Klub | Catatan Utama | Prestasi |
|---|---|---|
| Al Sadd | Awal karier manajerial di Qatar | 7 trofi juara |
| Barcelona | 143 laga, 90 menang, 24 imbang, 29 kalah | La Liga 2023 dan Piala Super Spanyol |
Di Al Sadd, Xavi mengumpulkan tujuh trofi juara dalam fase awal kiprahnya sebagai pelatih. Pengalaman itu menjadi fondasi sebelum ia kembali ke lingkungan yang sangat dikenalnya di Barcelona.
Bersama Barcelona, Xavi memimpin 143 pertandingan resmi dengan catatan 90 kemenangan, 24 hasil imbang, dan 29 kekalahan. Ia turut membawa klub Catalan itu meraih gelar La Liga 2023 serta Piala Super Spanyol.
Xavi belum kembali ke pinggir lapangan sejak masa kerjanya di Barcelona berakhir pada Mei 2024. Kebersamaan tersebut ditutup setelah Barcelona menyelesaikan musim tanpa gelar.
Catatan di dua klub itu membuat namanya tetap diperhitungkan dalam dunia kepelatihan Eropa. Meski demikian, kebutuhan untuk menjaga waktu bersama keluarga kini menjadi faktor penting dalam menentukan pekerjaan berikutnya.
Jalur tim nasional dapat memberinya kesempatan mengejar panggung Piala Dunia atau turnamen kontinental. Pada saat yang sama, pilihan tersebut dinilai Xavi lebih sejalan dengan kondisi keluarganya saat ini.
Source: mediaindonesia.com






