Megawati Hangestri tengah memasuki babak baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Hyundai Hillstate dan meninggalkan Red Sparks. Perpindahan itu menambah perhatian publik, karena ia datang ke tim baru dengan reputasi yang sudah terbentuk kuat di V-League Korea Selatan.
Di Hyundai Hillstate, Megawati akan bermain di bawah arahan Kang Sung-hyung bersama outside hitter asal Amerika Serikat, Jordan Wilson. Distribusi bola juga akan diatur oleh setter tim nasional Korea Selatan, Kim Da-in, yang membuat komposisi skuad ini langsung menarik untuk disorot.
Sisi pribadi yang jarang terlihat
Di balik sorotan atas perpindahan klubnya, Megawati juga membuka sisi lain dari dirinya dalam perbincangan di kanal YouTube Korea Reomit. Ia mengaku tidak selalu nyaman tampil di depan kamera, meski sehari-hari dikenal ramai saat bersama teman-temannya.
“Aku orangnya rame, tapi kalau di kamera itu nggak mau. Males, kayak bosen ngomong sama kamera,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa percakapan dengan teman terasa lebih alami karena ada kedekatan yang membuat suasana mengalir.
Megawati bahkan mengungkapkan bahwa ia pernah diminta membuat konten YouTube, tetapi memilih menolak karena merasa tidak nyaman. Di luar jadwal latihan dan pertandingan, ia cenderung menjalani hari dengan sederhana dan lebih sering menghabiskan waktu di kamar.
Lebih akrab dengan TikTok
Meski aktif sebagai atlet profesional, Megawati mengaku tidak terlalu rajin menggunakan media sosial. Dari berbagai platform yang ada, TikTok menjadi aplikasi yang paling sering ia buka karena dianggap lebih menghibur dan santai.
“Aku sebenarnya medsos jarang, aku lebih suka ke TikTok sih, karena menghibur,” katanya. Ia menyebut kadang membuat video ringan hanya untuk bersenang-senang, tanpa konsep yang terlalu rumit.
Sementara itu, Instagram dinilainya lebih formal dan terbatas. Karena itu, platform tersebut menurutnya lebih cocok untuk konsumsi publik, bukan untuk menampilkan sisi dirinya yang paling bebas.
Adaptasi bahasa tidak menghambat komunikasi
Di tengah kehidupan barunya di Korea Selatan, Megawati mengakui kemampuan bahasa Koreanya belum fasih. Namun, hal itu tidak membuat komunikasi di dalam tim berjalan tersendat karena ia terbiasa berbicara dan mudah membangun kedekatan.
“Aku orangnya suka ngobrol,” ungkap Megawati. Penerjemahnya, Kim Yoon-sol, juga menegaskan bahwa ia tetap dapat berkomunikasi dengan pelatih meski belum lancar berbahasa Korea.
Megawati menjelaskan bahwa sejumlah pemain juga bisa berbahasa Inggris, sehingga interaksi di dalam skuad tetap berjalan lebih mudah. Kondisi itu membantu proses adaptasinya di lingkungan baru tanpa hambatan yang berarti.
| Topik | Keterangan | Informasi Pendukung |
|---|---|---|
| Klub baru | Hyundai Hillstate | Meninggalkan Red Sparks |
| Pelatih | Kang Sung-hyung | Menangani Megawati di tim baru |
| Rekan serang | Jordan Wilson | Outside hitter asal Amerika Serikat |
| Setter | Kim Da-in | Setter tim nasional Korea Selatan |
Pesan untuk atlet muda
Saat diminta memberi pesan kepada generasi muda yang ingin menjadi atlet voli profesional, Megawati tetap menekankan pentingnya latihan yang serius. Ia meminta mereka menjaga semangat dan tidak mudah malas dalam berlatih.
“Ya tetap semangat latihannya, jangan malas-malas ya meskipun aku juga sebenarnya orang malas,” ucapnya. Ia lalu menegaskan bahwa sikap blak-blakan dan apa adanya memang sudah menjadi bagian dari dirinya.
“Guys, fun fact aku tuh orangnya malas sih sebenarnya. Aku orangnya emang ngomongnya blak-blakan sih,” lanjut Megawati. Pengakuan itu memperlihatkan karakter personalnya yang kini ikut menjadi perhatian publik di tengah tantangan barunya bersama Hyundai Hillstate.
