Melasyl dan Mexoryl 400, Dua Inovasi L’Oréal yang Lahir dari Riset Panjang

Author: Redaksi Android62

Di tengah pasar kecantikan yang kerap bergerak mengikuti tren sesaat, L’Oréal menempatkan riset panjang sebagai dasar utama pengembangan produknya. Perusahaan itu menyebut setiap formula harus melewati pengujian keamanan, kualitas, dan performa sebelum sampai ke konsumen.

Pendekatan tersebut kembali ditegaskan dalam House of Beauty Hyper Brand Day yang digelar L’Oréal Groupe bersama Shopee pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026. Ajang itu tidak hanya menampilkan promo dan peluncuran produk, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sains dan teknologi menjadi fondasi di balik produk kecantikan yang dipakai jutaan orang.

Pengujian yang tidak berhenti di ide

Head of Research & Innovation L’Oréal Indonesia, Akash Tiwari, menjelaskan bahwa perusahaan telah lebih dari 117 tahun mengembangkan penelitian untuk memahami karakteristik kulit, rambut, dan kebutuhan konsumen. Menurut dia, pendekatan berbasis sains membantu perusahaan menghasilkan produk yang tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga aman dan memiliki performa yang terukur.

Secara global, L’Oréal menggunakan teknologi EPISKIN sejak 1979. Teknologi ini berupa rekonstruksi kulit manusia yang dikembangkan di laboratorium dan dipakai sebagai metode evaluasi produk yang dinilai lebih akurat serta lebih etis.

Perusahaan juga melakukan puluhan ribu pengujian keamanan dan stabilitas produk setiap tahun. Di Indonesia, kerja riset itu diperkuat oleh Evaluation Intelligence Center yang sudah beroperasi sejak 2012 untuk mempelajari karakteristik kulit, rambut, dan preferensi konsumen lokal.

Fokus Riset Detail Utama Keterangan
EPISKIN Rekonstruksi kulit manusia di laboratorium Dipakai sejak 1979
Evaluation Intelligence Center Riset kulit, rambut, dan preferensi konsumen Indonesia Beroperasi sejak 2012
Pengujian produk Keamanan dan stabilitas produk Puluhan ribu pengujian tiap tahun

Dua teknologi hasil riset jangka panjang

Dalam ajang tersebut, L’Oréal memperkenalkan dua inovasi yang lahir dari penelitian panjang, yakni Melasyl dan Mexoryl 400. Keduanya menunjukkan bagaimana riset dasar diterjemahkan menjadi solusi yang lebih spesifik untuk masalah kulit yang banyak ditemui konsumen.

Melasyl dikembangkan untuk membantu mengatasi hiperpigmentasi. Akash Tiwari menjelaskan bahwa molekul ini lahir dari proses penelitian hampir 20 tahun dengan penyaringan lebih dari 100 ribu kandidat molekul.

Teknologi itu dirancang untuk mengelola kelebihan produksi melanin tanpa mengganggu fungsi alami pigmen pada kulit. Melasyl kini diterapkan pada L’Oréal Paris Glycolic Bright Anti Dark Spot Brightening Serum untuk membantu menyamarkan noda hitam sekaligus meratakan warna kulit.

Sementara itu, Mexoryl 400 dikembangkan untuk menjawab tantangan perlindungan dari sinar matahari, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Filter UV ini dirancang untuk membantu melindungi kulit dari paparan ultra-long UVA yang berkaitan dengan pigmentasi dan penuaan dini.

Teknologi tersebut kini digunakan dalam rangkaian La Roche-Posay Anthelios UVMune 400. Kehadirannya memperlihatkan bahwa perlindungan kulit dari matahari terus berkembang, tidak hanya berfokus pada UV secara umum, tetapi juga pada spektrum yang lebih spesifik.

Belanja digital dengan narasi sains

House of Beauty Hyper Brand Day juga menjadi ruang bagi L’Oréal untuk menghubungkan inovasi laboratorium dengan pengalaman belanja digital. Dalam kolaborasi dengan Shopee, perusahaan menghadirkan 13 brand kecantikan dalam satu platform.

Festival belanja itu turut disertai promo, peluncuran lima produk eksklusif, dan pengalaman belanja digital yang lebih interaktif. Di balik sisi komersialnya, pesan yang dibawa tetap sama, yaitu kecantikan modern semakin bertumpu pada bukti ilmiah dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan konsumen.

Arah tersebut mencerminkan perubahan besar di industri kecantikan. Produk kini tidak lagi ditawarkan hanya lewat janji hasil, melainkan juga lewat penjelasan tentang proses riset, teknologi, dan evaluasi yang mendukungnya.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru