Kompetisi Hydroplus Soccer League All Stars 2025/2026 langsung menyajikan persaingan rapat sejak laga pertama di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (5/7). Empat pertandingan pembuka memperlihatkan jarak kemampuan antartim yang tipis, dengan hasil yang baru ditentukan pada babak kedua.
Di level U-15, Mojang Priangan Ciamis dan Arema FC Women Malang sama-sama memetik kemenangan tipis 1-0. Sementara itu, di U-18, Putri JP Jakarta menang 2-0 atas Putri Batang dan Tigers Football Academy Surabaya harus puas berbagi angka 1-1 dengan Putri Garut.
| Tim | Kategori | Hasil | Catatan |
|---|---|---|---|
| Mojang Priangan Ciamis | U-15 | Menang 1-0 | Gol Nafeeza Ayasha Nori pada menit ke-48 |
| Arema FC Women Malang | U-15 | Menang 1-0 | Gol penentu Janeeta Alodya di babak kedua |
| Putri JP Jakarta | U-18 | Menang 2-0 | Gol Rengganis Wijanarto dan Naira Ambarani di babak kedua |
| Tigers Football Academy Surabaya | U-18 | Imbang 1-1 | Dinda Yosepine Manurung mencetak gol, lalu disamakan Putri Garut |
Laga Pembuka yang Menuntut Mental
Sejumlah pemain muda mengakui laga pembuka berlangsung lebih berat dari dugaan. Nafeeza Ayasha Nori menjadi penentu kemenangan Mojang Priangan setelah memanfaatkan umpan Raisya Novita Amalia, sementara pelatih Imam Sujagad menilai para pemainnya sempat terbebani tekanan dan masih nervous pada awal pertandingan.
Kondisi serupa juga dialami Arema FC Women Malang. Kapten Keysha Arabela Mainsya Nian menyebut lawan tampil keras dan timnya belum sepenuhnya lepas dari rasa panik, meski tetap mampu menjaga hasil hingga laga usai.
Putri JP Jakarta Tahan Tekanan, Tigers Belum Maksimal
Putri JP Jakarta membuktikan ketenangan di paruh kedua saat menghadapi Putri Batang. Setelah babak pertama tanpa gol, Rengganis Wijanarto dan Naira Ambarani memastikan kemenangan 2-0, sekaligus membuka langkah tim dengan hasil yang meyakinkan.
Rengganis menilai pertandingan itu tidak mudah karena tim masih menyesuaikan diri dengan kondisi permainan dan cuaca. Ia juga menegaskan komitmen tim untuk mengejar gelar juara di putaran nasional, yang menjadi target bersama Putri JP Jakarta.
Di sisi lain, Tigers Football Academy Surabaya gagal mempertahankan keunggulan awal saat berduel dengan Putri Garut. Dinda Yosepine Manurung sempat membawa Tigers unggul, tetapi Ayu Wulan Agustin menyamakan kedudukan pada babak kedua dan membuat kedua tim berbagi satu poin.
Ayu mengaku bangga bisa mencetak gol dan membantu tim tetap pulang membawa hasil imbang. Ia juga menyoroti komunikasi antarpemain yang masih perlu diperbaiki agar performa tim lebih solid pada pertandingan berikutnya.
Kualitas Kian Merata di Antara Tim Juara Regional
Turnamen ini diikuti 16 tim terbaik, terdiri atas delapan peserta U-15 dan delapan peserta U-18. Seluruhnya datang sebagai juara dan runner up dari seri regional di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Format itu membuat level pertandingan langsung terasa tinggi karena tim yang tampil sudah melewati seleksi ketat di wilayah masing-masing. Pelatih Tigers Football Academy Surabaya, Agustina Indah Mahardika, menilai persaingan di All Stars lebih berat dibanding seri regional karena kualitas pemain yang turun juga lebih merata.
Situasi tersebut menjadikan aspek mental sebagai catatan penting sejak awal kompetisi. Tekanan laga pembuka, lawan yang lebih kuat, dan tuntutan untuk tampil konsisten membuat para pemain muda harus cepat beradaptasi di Kudus.
Atmosfer yang tercipta memperlihatkan bahwa sepak bola putri usia muda terus berkembang dalam daya saing dan kualitas permainan. Hydroplus Soccer League All Stars pun menjadi panggung penting bagi para pemain muda untuk menguji kemampuan mereka di level yang lebih tinggi.
